Keindahan Candi Bahal dan Danau Tao, Wisata andalan Kabupaten Paluta (foto:istimewa)

WARTAMANDAILING.COM, Padang Lawas Utara- Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengembangkan dua objek wisata di antara puluhan destinasi wisata yang tersebar di dua belas kecamatan di daerah Kabupaten Padang Lawas Utara salah satunya Candi Bahal Portibi di Kecamatan Portibi dan Danau Tao di Kecamatan Batang Onang.

Dua objek wisata ini menjadi obyek wisata andalan Kabupaten Padang Lawas Utara yang telah menjadi salah satu sumber pedapatan asli daerah (PAD),” kata Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Eva Sartika Siregar SH MKn saat di temui awak media di ruang kerjanya, Senin (1612/2019).

Menurut Eva, harapannya pembangunan kepariwisataan sebagaimana pembangunan di sektor lainnya, pada hakekatnya melibatkan peran dari seluruh pemangku kepentingan yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat yang ada, dengan segenap peran dan fungsinya masing-masing.

Sektor pariwisata di daerah ini diharapkan dapat mengangkat kehidupan masyarakat, karena sektor ini mampu menggerakkan roda perekonomian di segala lapisan masyarakat dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain itu, kata Eva, mampu mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah. namun dalam upaya pengembangan pariwisata yang dilaksanakan oleh pemerintah sangat membutuhkan dukungan penuh dan partisipasi aktif dari masyarakat.

Dia menambahkan, sebagai upaya untuk membangun dukungan dan partisipasi masyarakat tersebut, pemerintah secara sistematik dan terus menerus berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya dukungan semua pihak terhadap pengembangan sektor kepariwisataan.

Sementara itu, untuk tahun 2020 pada RAPBD 2020, Candi Portibi Kecamatan Portibi dan Danau Tao Kecamatan Batang Onang  untuk pembiayaan telah di Anggarakan pada APBD TA 2020 di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yakni dalam program kegiatan peningkatan pembangunan jalan, Zona bermain anak, tempat hiburan, taman lampu, taman flora musiman dan lain lainnya untuk memastikan bahwa penataan dan pemeliharaan dilakukan sesuai dengan regulasi,” ujarnya. 
 

Untuk Candi Portibi dalam Pengembangan daerah wisata seharusnya terlebih dahulu melalui pengembangan sumberdaya manusia, pengembangan produk wisata, pengembangan pasar dan pemasaran serta pengembangan kelembagaan hendaknya dimulai dari segi internal dahulu seperti peningkatan obyek dan daya tarik (atraksi), aksesbilitas, amenitas, fasilitas penunjang dan kelembagaan setelah itu baru dari segi eksternal berupa pasar dan pemasaran.

Masyarakat diharapkan mampu bekerja sama dengan pemerintah meningkatkan image promotion dan pemda sebagai tuan rumah agar mampu menjaga dan meningkatkan pelayanan dalam pengelolaan daerah wisata,”Tutup Eva.(pr/aktual)