Ini Rahasia Gus Irawan Akses Bantuan Pusat yang Buat Presiden Sampai Menteri Bergantian Datang ke Tapsel

WARTAMANDAILING.COM, Medan – Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, kembali merespon terkait kecepatan bantuan yang diterima warga Tapsel penyintas bencana banjir bandang akhir tahun lalu. Hal itu membuat Presiden, Menteri, BNPB, TNI/Polri, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), dan berbagai organisasi non-pemerintah (NGO) bahu membahu menyalurkan bantuan.

Gus Irawan Pasaribu kepada media pada Rabu (1/4/2026) mengungkapkan “rahasianya” mengakses bantuan pusat dan provinsi yang kemudian membuat Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden, para Menteri Kabinet Merah Putih, BNPB, Gubernur Sumut M. Bobby Afif Nasution, serta berbagai NGO bergantian datang ke Tapsel memberikan bantuan.

“Perhatian, dorongan, pendampingan, dan bantuan BNPB juga sangat besar, termasuk dari Gubernur Sumut M. Bobby Afif Nasution,” ujarnya. Bahkan Presiden Prabowo Subianto mengikuti pergantian malam tahun baru di Batang Toru, Tapsel.

Pernyataan Gus Irawan ini juga merespon pujian yang telah disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat berkunjung menyerahkan 120 kunci rumah hunian tetap di Desa Hapesong, Tapsel, pekan lalu.

“Kehadiran negara dalam penanganan bencana di Tapsel luar biasa. Kami merasakan kehadirannya dan mengucapkan terima kasih. Terbukti dari pejabat negara, Presiden, Wakil Presiden, Menteri Kabinet Merah Putih, bahkan ada yang berulang kali datang. Kita mengerti kehadiran mereka untuk mengecek situasi berdasarkan data dan bukti yang kita miliki,” kata Gus Irawan.

Bupati Tapsel ini menyatakan secara pribadi mengerti betul terkait peran negara. “Bahwa sebetulnya negara menyiapkan banyak dana siap pakai yang dikelola pemerintah pusat. Namun, dana itu harus kita jolok. Menjoloknya tidak bisa pakai galah, melainkan harus pakai data yang sudah terverifikasi dan tervalidasi.”

“Perhatian pemerintah yang sangat besar itu memotivasi saya dan jajaran. Bahasa saya begini: jangan orang luar lebih bersungguh menangani bencana ini. Mereka sifatnya membantu, justru kita di Tapsel yang paling bertanggung jawab atas situasi tersebut. Kalau orang mau membantu, maka semangat kita harus dua kali lipat dari mereka yang mengulurkan bantuan,” ucap Gus Irawan.

Bacaan Lainnya

“Nah, ini negara membantu, NGO juga banyak mengulurkan tangan, banyak organisasi. Tentu, itu selalu jadi bahan renungan saya bahwa mereka membantu karena didorong rasa kemanusiaan. Jangan kemudian kita yang di daerah kalah semangat dengan mereka yang membantu,” tambahnya.

Gus Irawan menyatakan hal itulah yang kemudian membuatnya mengeksplorasi data semaksimal mungkin yang valid dan terverifikasi.

“Apalagi misalnya terkait berbagai bantuan dari Pak Mendagri. Waduh, mungkin di awal-awal bencana kita hampir setiap hari melakukan rapat melalui zoom. Kemudian setelah beliau menjadi Kasatgas, komunikasi kita menjadi lebih intens lagi. Pak Mendagri selalu mengingatkan tentang data, data, dan data. Kesungguhannya luar biasa. Nah, kalau Pak Mendagri datang ke Tapsel sudah tak terhitung jumlahnya. Menteri Pekerjaan Umum (PU) juga demikian. Bukan saja soal bantuan hunian, tapi juga soal pengelolaan air minum. Beliau bahkan datang ke Tapsel pada hari libur, hari Minggu, hingga hari raya Imlek. Itu menunjukkan kesungguhan. Jangan pula orang dari pusat, NGO, dan organisasi lain lebih bersungguh menyelesaikan bencana ini daripada kami yang di daerah. Karena sesungguhnya yang paling bertanggung jawab adalah kita sendiri di Tapsel,” jelasnya.

Bantuan yang datang tersebut merupakan motivasi bagi Tapsel, terutama ketika Yayasan Buddha Tzu Chi turut membantu pembangunan rumah hunian tetap.

“Inisiatif awalnya dari Menteri PKP Pak Maruarar. Luar biasa. Pak Menteri ini dari awal kejadian bencana sudah mengajak kita melakukan rapat zoom dan melibatkan berbagai kementerian.”

Keterlibatan Yayasan Buddha Tzu Chi merupakan inisiatif dari Menteri Maruarar yang kemudian menggalang gotong royong.

“Bagi kami, langkahnya sangat membantu. Misalnya, urusan Buddha Tzu Chi membantu pembangunan rumah, dan Menteri Maruarar memfasilitasikannya. Bukan uang kecil yang mereka bawa; ada 227 rumah yang mereka bantu,” jelas Gus Irawan.

“Sehingga kami di Tapsel merasa memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar serta rasa syukur atas berbagai pihak yang mengulurkan bantuan,” katanya.

Ketika ditanyakan mengenai kebiasan instansi pemerintah yang biasanya lemah dalam pengelolaan data, namun Tapsel berhasil mengubahnya, Gus Irawan menjelaskan langkah yang dilakukan.

“Soal data tentu wajib valid. Caranya, saya kemudian turun langsung ke seluruh jajaran pemerintahan. Saya sampaikan pesan bahwa semua harus terdata dan dipertanggungjawabkan. Saya juga turun ke tingkat dusun dan desa, kemudian data direkap di kecamatan sebelum masuk ke kabupaten,” jelasnya lagi.

Gus Irawan menyatakan setiap pegawai pemerintahan harus berjuang secara optimal untuk memenuhi data masyarakat terdampak. “Pesan saya ke seluruh aparatur: semakin cepat kita menaikkan data, semakin cepat pula kehadiran negara. Ketika Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah turun, akan semakin cepat pula masyarakat mengatasi kesulitannya.”

“Dalam penanganan bencana, kita semua memperjuangkan kepentingan warga dengan data akurat. Kita validasi lagi, dan setelah bantuan diterima, kita melakukan pengecekan kembali ke penerima bantuan apakah bantuan tersebut sampai atau tidak,” tuturnya.

Sebagai Bupati Tapsel, Gus Irawan telah mewanti-wanti bawahannya bahwa jika terdapat penyimpangan bantuan atau penyaluran yang tidak tepat sasaran, sanksi hukum pidana akan menanti.

“Jangan coba-coba main-main dengan bantuan. Itu merupakan pelanggaran pidana. Saya sudah mewanti-wanti sejak awal. Penyimpangan data minor mungkin saja terjadi, namun itu akan kita verifikasi lagi di tahap kedua nanti. Misalnya, jika ada warga yang belum mendapatkan bantuan, nantinya akan diusulkan pada tahap berikutnya.”

“Saya pastikan semua bantuan memang tersalur tepat sasaran untuk pengungsi. Jika di dalam perjalanan ada orang yang belum terdata, akan kami masukkan di tahap kedua,” jelasnya.

Terkait jumlah bantuan hunian tetap yang akan diterima warga, kata Gus Irawan, nantinya akan mencapai 1.801 unit. Progres pembangunannya masih berlanjut hingga semua warga mendapatkan hunian tetap.

Dia merinci bahwa dari proses pembangunan tersebut, terdapat 200 unit hunian tetap yang dibangun di lokasi asal (insitu), 133 unit yang dibangun di lokasi baru secara mandiri (eksitu mandiri), serta 1.444 unit yang dibangun secara terpusat.

Totalnya saat ini mencapai 1.777 unit, namun kemudian akan ditambah 24 unit lagi akibat adanya data baru, sehingga totalnya menjadi 1.801 unit. Menurutnya, jumlah tersebut termasuk stimulan perbaikan rumah rusak berat. (r)

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait