WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Gabungan aliansi dari Lembaga Aspirasi Mahasiswa (LAMA) dan Pergerakan Mahasiswa Pemuda (PMP) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Selatan, Kamis (2/4/2026).
Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas penanganan kasus pengangkutan kayu yang dinilai tidak sesuai prosedur hukum dan sangat merugikan masyarakat kecil.
Para mahasiswa menyoroti kasus penangkapan dan penahanan sopir beserta kendaraannya oleh pihak penegak hukum (Gakkum).
Mereka menegaskan bahwa berdasarkan fakta di lapangan, kayu yang diangkut berasal dari Areal Penggunaan Lain (APL), bukan kawasan hutan, sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai tindak pidana kehutanan.
“Kami menilai penahanan ini sangat tidak adil. Sopir yang hanya menjalankan tugas dan memiliki izin lengkap dituntut dan disidangkan,” tegas Ketua PMP, Herman Rambe.
Ia juga menyoroti proses persidangan yang tetap berjalan meskipun unsur pidana dianggap tidak terpenuhi.
Mahasiswa mendesak aparat penegak hukum untuk lebih objektif dan turun langsung meneliti lokasi asal kayu agar tidak terjadi kekeliruan dalam penerapan hukum.
“Kami menilai oknum jaksa yang menyiapkan dakwaan terhadap terdakwa gagal mencermati berkas perkara yang dilimpahkan pihak Gakkum,” teriaknya lagi.
Sementara itu, Ketua LAMA Arsad Halomoan Siregar dalam orasinya menegaskan sejumlah tuntutan utama, antara lain:
- Menghentikan proses hukum yang dianggap tidak sesuai prosedur.
- Membebaskan sopir dan mengembalikan kendaraan yang ditahan karena dinilai memiliki dokumen sah.
- Mendesak Kejaksaan dan Majelis Hakim untuk bersikap objektif dan tidak memaksakan perkara yang lemah secara hukum.
- Menuntut keadilan bagi keluarga yang dirugikan.
Merespon aspirasi tersebut, perwakilan Kejari Tapsel menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan tersebut. Diketahui, saat aksi berlangsung, Kepala Kejari (Kajari) dan Kasi Intel Kejari Tapsel sedang tidak berada di kantor.
“Kami akan sampaikan dan teruskan kepada Pak Kajari dan Kasi Intel terkait tuntutan adik-adik mahasiswa ini,” ujar Kepala Sub Bagian Pembinaan kejari Tapsel, Sulaiman A. Rifai A. SH.
Aksi berlangsung dengan aman dan tertib, massa membawa berbagai spanduk berisi tuntutan keadilan hukum bagi warga. (Tim)






