WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Peristiwa tragis yang menimpa Pardiansyah (36), warga Desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meninggalkan cerita pilu.
Pardiansyah dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (8/4/2026) setelah diduga menjadi korban aksi main hakim sendiri di salah satu lokasi pengolahan emas ilegal di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat.
Korban diketahui meninggalkan dua orang anak yang masih kecil. Lebih memilukan lagi, istri korban saat ini tengah mengandung anak ketiga.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut bermula saat korban diduga ketahuan melakukan pencurian di lokasi pengolahan tambang emas ilegal. Sejumlah warga yang berada di lokasi kemudian diduga melakukan aksi penganiayaan terhadap korban.
Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka yang diduga akibat benda tajam, terutama pada bagian kepala dan pergelangan tangan. Kondisi korban pun kritis akibat banyaknya darah yang keluar.
Sebelumnya, berdasarkan informasi dari warga Runding, korban disebut-sebut dibawa dari suatu tempat (pengolahan emas) dan kemudian ditinggalkan seorang diri di Polindes Runding. Kepala desa yang mengetahui kejadian tersebut kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Umum Panyabungan, namun saat itu korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka parah yang dideritanya.
Pihak keluarga korban mengutuk keras dugaan tindakan penganiayaan yang hingga menghilangkan nyawa saudaranya. Mereka menilai perbuatan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih korban meninggalkan dua anak yang masih kecil serta seorang istri yang sedang hamil.
Saat ini, istri korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Panyabungan untuk ditindaklanjuti secara hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi pasti kejadian maupun pihak-pihak yang terlibat. Aparat diharapkan segera melakukan penyelidikan guna mengungkap secara jelas peristiwa tersebut. (Has)
