WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal — Sejumlah warga dari Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal, mendesak Bupati Madina untuk segera mencopot atau memutasi Camat Muara Batang Gadis. Desakan ini disampaikan menyusul dugaan ketidakbijaksanaan dan ketidakmampuan camat dalam menjalankan tugas di wilayah tersebut.
Surat permohonan pencopotan camat tersebut ditandatangani oleh masyarakat dari Desa Pasar Singkuang I dan Desa Singkuang II. Dalam surat itu, warga menyampaikan sejumlah alasan yang menjadi dasar pengaduan mereka.
Warga menilai camat kerap kali tidak berada di wilayah tugasnya dan memberikan informasi yang tidak benar kepada masyarakat maupun kepada Bupati terkait konflik plasma dan aktivitas tambang ilegal di daerah itu.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti dugaan keterlibatan camat dalam upaya penjualan lahan persawahan Pulo-Pulo Subarang di Desa Pasar Singkuang I kepada PT Rendi Permata Raya. Padahal, warga telah menyampaikan surat penolakan resmi pada 17 Juli 2023 kepada sejumlah pihak terkait, termasuk camat, Kapolsek MBG, dan perusahaan tersebut.
“Dugaan kami, camat memperoleh keuntungan pribadi dari transaksi penjualan tanah di wilayah Singkuang. Akibatnya, terjadi keributan dan konflik horizontal di tengah masyarakat,” tulis warga dalam surat pengaduan yang diterima redaksi, Rabu (12/11/2025).
Warga juga menuding camat telah menimbulkan perpecahan dengan melaksanakan rekrutmen calon anggota plasma PT Rendi Permata Raya tanpa adanya dasar atau surat perintah resmi dari Bupati Mandailing Natal.
Tak hanya itu, camat juga disebut membiarkan aktivitas tambang ilegal di Desa Siulang Aling yang menyebabkan pencemaran sungai. Dampaknya, para nelayan kini kesulitan mendapatkan ikan dan mata pencaharian mereka terancam.
Melalui surat tersebut, warga berharap Bupati Mandailing Natal segera menindaklanjuti pengaduan mereka secara tegas.
“Demikian surat ini kami sampaikan, dan kami memohon kebijaksanaan Bupati Madina untuk menindaklanjuti laporan kami. Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih,” tulis masyarakat dalam penutup suratnya.
Terpisah, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Camat Muara Batang Gadis melalui pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan hingga berita ini ditayangkan. (Has)
