Merebut Kursi Kades Semangat, Terpilih: Nasib Pembangunan Desa Terisolir Meredup

Potret Desa Terisolir, Desa Sopo Sorik, fhoto : Istimewa.
Potret Desa Terisolir, Desa Sopo Sorik, fhoto : Istimewa.

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal — Hiruk-pikuk perebutan kursi Kepala Desa Sopo Sorik, sebuah desa terisolir di Kecamatan Kotanopan, sebelumnya berlangsung dengan penuh semangat. Namun ironi muncul setelah pemimpin baru terpilih: pembangunan desa yang selama ini diharapkan menjadi prioritas justru semakin meredup.

Warga menilai, dinamika sebelum pemilihan begitu ramai—para calon berlomba-lomba menampilkan visi, janji, dan program pembangunan desa. Tetapi setelah hasil Pilkades ditetapkan, kondisi desa yang masih terisolir tak menunjukkan perubahan berarti.

“Waktu kampanye semua bicara soal jalan, listrik, bantuan usaha, kegiatan pemuda. Tapi setelah terpilih, kami belum lihat gerakan nyata,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa, Jumat (14/11/2025).

Menurut warga lainnya, masalah utama desa sudah menumpuk sejak lama: jalan penghubung tak tersentuh, program pemberdayaan yang mandek, hingga fasilitas umum yang minim. Mereka berharap pemimpin baru membawa perubahan, namun hingga memasuki masa kepemimpinan, belum terlihat langkah signifikan dalam 2 tahun ini.

“Yang ramai itu waktu perebutan kursi. Setelah itu, desa kami kembali sunyi dari program pembangunan,” tambah warga lain.

Warga mendesak pemerintah desa yang baru agar segera menyusun langkah strategis dan transparan untuk mempercepat pembangunan, terutama karena wilayah mereka termasuk salah satu desa yang paling terisolir.

Pilkades yang sebelumnya disambut penuh harapan kini justru meninggalkan tanda tanya besar: mengapa semangat merebut jabatan begitu tinggi, tetapi komitmen terhadap pembangunan tampak meredup?

Bacaan Lainnya

Masyarakat berharap momentum ini tidak kembali menjadi siklus rutin—ramai saat pemilihan, sepi saat bekerja. Mereka menantikan bukti, bukan lagi janji. (Has)

Contoh Gambar di HTML