WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Bencana tanah longsor dan banjir yang melanda Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menyisakan persoalan serius bagi warga.
Kerusakan parah pada sumber mata air sungai menyebabkan sistem pipanisasi sepanjang 3 kilometer yang selama ini menjadi urat nadi air bersih bagi rumah warga dan rumah ibadah, terputus total.
Tercatat sekitar 80 persen infrastruktur air bersih rusak, pipa-pipa tertimbun material longsor dan sebagian besar hanyut terbawa arus. Kondisi ini telah berlangsung hampir satu bulan, memaksa masyarakat mengandalkan gotong royong dengan alat seadanya karena medan yang sulit dijangkau alat berat.
Merespons kesulitan tersebut, DPD Partai Ummat Tapanuli Selatan hadir memberikan bantuan nyata berupa 50 batang pipa dan 2 unit tong penampungan air (tandon).
Bantuan ini diserahkan langsung oleh Ketua DPD Partai Ummat Tapsel, Riski Abadi Rambe, kepada perwakilan warga, Bapak Laung Ritonga.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen Partai Ummat untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat tertimpa bencana. Pipa dan tong air ini bersumber dari donasi rekan-rekan pengurus Partai Ummat se-Indonesia di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bapak Aznur Syamsu, SE, dan Sekjen Ibu Yulianil Fadilah,” ujar Riski Abadi Rambe saat penyerahan bantuan.
Di tempat terpisah, Ketua Umum DPP Partai Ummat, Aznur Syamsu, SE, melalui Sekjen Yulianil Fadilah, menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar bantuan tersebut dapat mempercepat proses pemulihan infrastruktur di lokasi.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan bantuan ini dapat digunakan sebaik mungkin sehingga saluran air segera berfungsi kembali dan aktivitas warga kembali normal,” ungkapnya.
Laung Ritonga, mewakili masyarakat Kelurahan Sitinjak, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas bantuan tersebut.
Ia berharap Partai Ummat terus konsisten mendampingi masyarakat, terutama dalam pembangunan kembali fasilitas publik yang rusak.
Menanggapi harapan warga, Riski Abadi Rambe menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi di lapangan.
“Kami berkomitmen untuk hadir dan mendampingi hingga proses pemulihan saluran air ini selesai sepenuhnya,” tegasnya. (Nas)






