Di Tengah Kecemasan, Warga Desa Singkuang Mengetuk Langit Lewat Yasinan dan Doa

Warga Desa Singkuang gelar yasinan dan doa bersama, fhoto : Istimewa.
Warga Desa Singkuang gelar yasinan dan doa bersama, fhoto : Istimewa.

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal — Malam kembali turun di Desa Singkuang. Di masjid dan surau, suara ayat suci Al-Qur’an bergema pelan. Warga berkumpul, duduk bersila, melantunkan Yasinan, dzikir, dan doa bersama, Senin (12/1/2026). Di tengah kecemasan yang mereka rasakan, inilah cara warga mengetuk langit, berharap ketenangan segera hadir.

Kegiatan doa bersama ini telah memasuki malam kedua. Wajah-wajah lelah tak mampu menyembunyikan harapan. Bagi warga Desa Singkuang, doa menjadi sandaran terakhir agar persoalan yang membebani kampung mereka—mulai dari darurat narkoba hingga peristiwa terbakarnya Mapolsek Muara Batang Gadis (MBG)—dapat segera menemukan jalan damai.

“Yang kami inginkan hanya hidup tenang,” ujar seorang warga usai doa bersama. Mereka percaya, ketulusan doa akan membuka jalan penyelesaian yang adil dan bermartabat bagi semua pihak.

Melalui kegiatan ini, warga berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Mandailing Natal dan DPRD, dapat hadir sebagai penengah yang bijaksana sekaligus pengambil keputusan dalam mewujudkan perdamaian, serta mengambil langkah tegas dalam memberantas peredaran narkoba yang meresahkan.

Di sela lantunan doa, warga juga menyampaikan harapan agar para pemangku kebijakan—mulai dari Kapolres Mandailing Natal, Kapolda Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara hingga Kapolri—memberikan kepastian hukum, sehingga tidak ada lagi penangkapan lanjutan yang menambah rasa takut di tengah masyarakat.

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, warga Desa Singkuang mendambakan satu hal sederhana: rasa aman. Mereka ingin kembali beribadah dengan khusyuk, menyambut Ramadan tanpa bayang-bayang ketakutan, dan menjalani hari-hari di kampung halaman dengan hati yang lebih lapang. (Has)

Bacaan Lainnya
Contoh Gambar di HTML