WARTAMANDAILING.COM, Padangsidimpuan – Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Padangsidimpuan, Fadhriansyah Siregar, secara resmi membuka Turnamen Catur Pemuda Pancasila Kota Padangsidimpuan di Warkop Daya Mulia, Kelurahan Wek V.
Kegiatan yang berlangsung sejak Sabtu (31/1/ 2026) hingga Minggu (1/ 2/2026) menjadi ajang kompetisi sekaligus silaturahmi bagi anggota Pemuda Pancasila, atlet catur, dan generasi muda di kota tersebut.
Turnamen yang mengusung tema “Dengan Olahraga Catur Kita Jalin Persaudaraan yang Abadi” turut dihadiri Plt. Ketua KONI Kota Padangsidimpuan Ali Akbar, Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Padangsidimpuan AKBP (Purn). Drs. H. Tongku Bosar Pane, jajaran pengurus Pemuda Pancasila, serta puluhan peserta dari berbagai latar belakang.
Kehadiran para pemangku kepentingan olahraga ini menegaskan dukungan penuh terhadap pembinaan dan pengembangan olahraga catur di daerah.
Dalam sambutannya, Fadhriansyah Siregar menegaskan bahwa olahraga catur memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter, kecerdasan berpikir, dan sikap sportif, terutama bagi generasi muda.
“Catur bukan sekadar permainan, tetapi olahraga yang melatih kesabaran, ketelitian, dan strategi. Melalui turnamen ini, Pemuda Pancasila ingin memperkuat silaturahmi persaudaraan sekaligus menghadirkan ruang kompetisi yang sehat dan bermartabat,” ujarnya.
Ia juga menekankan komitmen organisasi dalam mendukung kegiatan positif sebagai kontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Sementara itu, Ali Akbar menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan berharap akan ada turnamen yang lebih bergengsi ke depannya. “Kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan induk olahraga merupakan langkah strategis dalam memperluas pembinaan atlet di daerah. Turnamen seperti ini sangat membantu menciptakan iklim kompetisi dan menjadi bagian dari pembinaan atlet catur di Kota Padangsidimpuan,” katanya.
Di sisi lain, Tongku Bosar Pane menilai kegiatan ini memiliki nilai penting dalam menjaring dan mengasah potensi pecatur lokal untuk seleksi ke ajang yang lebih besar.
“Dari ajang seperti inilah biasanya muncul bibit-bibit atlet berprestasi. Percasi tentu sangat mendukung dan berharap kegiatan ini dapat berlanjut serta menjadi agenda rutin,” ujarnya.
Turnamen berlangsung dalam suasana kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Para peserta tampak serius menyusun strategi, dan banyak yang mengaku antusias karena selain menambah pengalaman bertanding, juga mempererat silaturahmi antar pecatur.
Panitia pelaksana menyampaikan bahwa turnamen tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kebersamaan.
Selain memperebutkan piala dan penghargaan, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah interaksi positif antar warga. Turnamen dijadwalkan berakhir pada hari Minggu dengan penyerahan trofi dan penghargaan kepada para pemenang. (Mahmud)


