Raih juara 2 TCC 2026, Putra Batahan Harumkan Pulau Tamang ke Level Nasional

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah. Fadil Fauzan, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau asal Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal, berhasil meraih Juara II dalam ajang Toba Creative Competition (TCC) 2026 melalui karya tulis ilmiah yg berjudul Tamang eco-tourism ‘Membangun Masa Depan Berkelanjutan Melalui Community Based Tourism di Pulau Tamang Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Toba Creative Competition (TCC) 2026 merupakan kompetisi kreatif berskala nasional yang mengusung tema “Spirit of Toba: Inspiring Innovation, Sustaining Culture”, dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui tahapan seleksi ketat mulai dari pengajuan abstrak, penulisan full paper, hingga presentasi final, Fadil dinobatkan sebagai peraih Juara II kategori Toba Essay Competition (TEC).

Pada babak final yang dilaksanakan pada 7 Februari 2026 di Politeknik Ganesha Medan, Fadil mempresentasikan karya ilmiahnya berjudul “Tamang Eco Tourism: Membangun Masa Depan Berkelanjutan Melalui Community-Based Tourism di Pulau Tamang, Kabupaten Mandailing Natal.” Selain presentasi, seluruh finalis juga mengikuti agenda field trip ke kawasan Danau Toba, sebagai bagian dari penguatan pemahaman kontekstual tentang pariwisata berkelanjutan dan pelestarian budaya.

Melalui gagasan Tamang Eco Tourism, Fadil mengangkat potensi Pulau Tamang di Kecamatan Batahan sebagai kawasan pesisir yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang besar, mulai dari pantai berpasir putih, hutan mangrove, ekosistem laut alami, hingga kearifan lokal masyarakat pulau tamang.

Konsep yang ditawarkan menekankan pada pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism) yang mengintegrasikan konservasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta pelibatan aktif pemuda desa dalam tata kelola dan promosi wisata.

Fadil menegaskan bahwa karya ini lahir dari keinginan kuat untuk membanggakan daerah dan kampung halaman, serta membawa nama Kecamatan Batahan dan Pulau Tamang ke tingkat nasional melalui gagasan ilmiah yang solutif dan aplikatif.

“Capaian ini saya persembahkan untuk daerah dan kampung halaman saya. Semoga gagasan Tamang Eco Tourism tidak hanya berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat menjadi inspirasi dan pijakan awal bagi pengembangan wisata pesisir Pulau Tamang yang berkelanjutan, dan masuk dalam rencana pembangunan daerah sesuai yang telah di audiensikanya ke dprpd kabupaten Mandailing natal” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Fadil juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Camat Kecamatan Batahan atas dukungan yang diberikan selama proses penelitian hingga pelaksanaan lomba.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Camat Kecamatan Batahan yang telah banyak membantu, baik dalam proses penelitian di lapangan, penyediaan data, materi tambahan untuk presentasi, maupun dukungan lainnya yang sangat berarti,” ujar Fadil.

Menurutnya, dukungan pemerintah kecamatan menjadi faktor penting dalam memastikan bahwa gagasan yang diangkat benar-benar berangkat dari kondisi riil masyarakat dan potensi wilayah Pulau Tamang.

Ia berharap sinergi antara mahasiswa, pemerintah kecamatan, dan masyarakat dapat terus terjalin, sehingga ide-ide pembangunan berbasis lokal dapat diwujudkan secara nyata.

Prestasi ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Kecamatan Batahan dan Kabupaten Mandailing Natal, sekaligus membuka ruang kolaborasi ke depan dalam mengembangkan potensi wisata daerah secara berkelanjutan. (r)

Contoh Gambar di HTML