Penggunaan Kereta Api Bandara dengan skema Public Service Obligation (PSO) menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025. Total jumlah penumpang KA Bandara PSO pada tahun 2025 tercatat sebanyak 5,4 juta penumpang, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,6 juta penumpang, atau tumbuh 16,9% (year on year).
Secara rinci, pada tahun 2024 volume penumpang KA YIA PSO tercatat sebanyak 1,7 juta penumpang dan KA Srilelawangsa PSO sebanyak 2,8 juta penumpang. Sementara itu pada tahun 2025, KA YIA PSO melayani 1,8 juta penumpang atau meningkat 3,08%, sedangkan KA Srilelawangsa PSO mencapai 3,6 juta penumpang atau tumbuh signifikan sebesar 25,43% dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan jumlah penumpang ini mencerminkan semakin tingginya mobilitas masyarakat dalam memanfaatkan transportasi publik menuju dan dari bandara. Dukungan Pemerintah melalui skema PSO turut berperan penting dalam menjaga keterjangkauan tarif sehingga layanan KA Bandara dapat diakses secara lebih luas dan inklusif.
Direktur Utama PT Railink Porwanto Handry Nugroho menyampaikan bahwa pertumbuhan ini merupakan indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang terintegrasi dan andal.
“Peningkatan sebesar 16,9% ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat terus tumbuh dan KA Bandara PSO mampu menjadi solusi transportasi yang tepat waktu, nyaman, serta ekonomis. Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah melalui skema PSO yang memungkinkan layanan ini tetap terjangkau dan dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan KA Bandara PSO tidak hanya mendukung konektivitas menuju bandara, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian di wilayah sekitar layanan, termasuk sektor pariwisata, UMKM, serta jasa transportasi penunjang. Integrasi antar moda seperti kereta api jarak jauh yang semakin kuat juga menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem transportasi yang efisien dan berkelanjutan.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat konektivitas antar moda transportasi guna mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id
Tentang PT Railink
PT Railink (“KAI Bandara”) merupakan anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia dan Angkasa Pura Indonesia yang menyediakan layanan angkutan penumpang dari pusat kota ke bandar udara melalui perkeretaapian. Pengoperasian layanan KA Bandara pertama kali pada tahun 2013 dari Kota Medan menuju Kualanamu International Airport, kemudian pada tahun 2018 pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta). Kemudian Pada April 2022, PT Kereta Api Indonesia menugaskan KAI Bandara untuk mengoperasikan layanan KA Bandara Yogyakarta International Aiport, sehingga memperluas jangkauan layanan kereta bandara di Indonesia. Pada Januari 2023, terjadi perubahan strategis di mana KAI Bandara mengalihkan pengoperasian KA Basoetta ke PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi operasional dan fokus KAI Bandara dalam mengembangkan layanan kereta bandara di Medan dan Yogyakarta. Selain itu sejak tahun 2021 PT Railink mengembangkan bisnis MOSS (Maintenance, Operations, Spare Parts and Services) yang memiliki visi menjadi pemimpin perawatan sarana dan perdagangan suku cadang kereta api yang berkelanjutan. MOSS adalah lini bisnis KAI Bandara yang menyediakan layanan pemeliharaan, operasional, dan suku cadang untuk mendukung operasional kereta api, terutama untuk KAI Group.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.
