WARTAMANDAILING.COM, Pasaman – Kondisi jalan raya provinsi yang melintasi Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, yang sempat menjadi sorotan karena kondisi memprihatinkan, ternyata belum menemukan titik terang.
Setelah pemberitaan mengenai jalan sepanjang 2 kilometer yang dipenuhi lubang terdengar luas, pemerintah daerah akhirnya mengambil langkah dengan melakukan penimbunan menggunakan pasir kerikil.
Namun, perbaikan tersebut tidak bertahan lama, hanya beberapa hari kemudian, musim hujan tiba dan membuat jalan yang baru saja ditimbun kembali berlubang dengan genangan air yang lebih sulit terlihat.
Kerusakan awal jalan telah berlangsung lebih dari enam bulan, dan meskipun ada upaya perbaikan, hasilnya tidak sesuai harapan masyarakat. Pada hari Selasa (3/3/2026), sejumlah warga setempat kembali memberikan tanggapan langsung terkait upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah pihak pemerintah memang sudah menanggapi setelah video yang beredar dari kami dan kawan-kawan wartawan. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan karena pemerintah seolah tidak serius dalam menanggapinya,” ujar salah satu warga saat menunjukkan kondisi jalan langsung di lapangan.
Ia kemudian menunjukkan beberapa titik jalan yang masih berlubang. “Boleh kita lihat Pak, ini contohnya ya Pak, lobang masih banyak. Ini cuma dikasih pasir kerikil, cuman penimbunan gini Pak? Seolah-olah pemerintah tidak bekerja dengan baik,” ujarnya kepada wartawan.
Seorang warga yang baru saja membayar pajak kendaraan mengungkapkan kekesalannya, menyebut bahwa jalan di daerah itu tidak pernah diperbaiki dengan benar dan seharusnya dilakukan pengaspalan bukan penimbunan sementara.
“Padahal kita bayar pajak Pak, saya baru kemarin bayar pajak mobil. Tapi jalan ke Dua Koto ini nggak pernah diperbaiki dengan benar, nggak pernah diperbarui, cuma timbun-timbun begini aja. Kita harap diberi pengaspalan permanen atau yang benar-benar awet, jangan cuma timbun-timbun gini. Kalau gini kan kayak kerja anak-anak, nggak bertahan lama kan? Setelah hujan datang, air mengalir dan batu-batunya terbawa, jadinya lobang balik lagi ya?” terangnya.
“Kita harus melihat fakta dengan bukti, bukan mengarang-ngarang. Tampaknya masih banyak lubangnya, belum maksimal sekali,” pungkasnya.
Warga lainnya juga berharap pemerintah segera memperbaiki jalan berlubang tersebut yang dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan. (Tim)


