WARTAMANDAILING.COM, Pasaman Barat – Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, semakin menjadi sorotan publik.
Isu ini tidak hanya berkaitan dengan tambang ilegal, melainkan juga disertai dugaan penimbunan BBM jenis biosolar dan pungutan liar terhadap masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, Kamis (12/3/2026), aktivitas PETI diduga menggunakan alat berat dan berlangsung di wilayah tertentu di Jorong Tombang.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait dampak lingkungan, seperti kerusakan lahan, pencemaran sungai, serta gangguan ketertiban sosial di sekitar lokasi.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan dugaan penimbunan biosolar yang diduga digunakan untuk mendukung operasional tambang.
Jika terbukti benar, hal ini bertentangan dengan peraturan distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat luas.
Tak hanya itu, sejumlah warga mengaku mengalami atau mengetahui adanya pungutan terhadap mereka yang melintas di sekitar kawasan tambang.
Informasi ini memicu keresahan karena berpotensi mengganggu rasa aman dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.
Menyikapi berbagai informasi yang beredar, masyarakat berharap aparat terkait segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah penegakan hukum untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di lapangan.
Transparansi dan tanggapan cepat dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.
Secara umum, aktivitas pertambangan tanpa izin memiliki dampak serius terhadap lingkungan dan tata kelola sumber daya alam, sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak berwenang.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap aktif menjaga lingkungan dan melaporkan setiap aktivitas yang diduga melanggar hukum kepada pihak berwenang.
Hingga saat ini, publik masih menunggu klarifikasi resmi dari kepolisian terkait dugaan aktivitas PETI, penimbunan biosolar, dan pungutan liar di kawasan tersebut. (Edriadi)






