WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Aktivitas tambang rakyat di wilayah Nagajuang tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat yang menggantungkan rezeki dari sektor tersebut. Di balik hiruk-pikuk aktivitas tambang, terselip kepedulian sosial yang terus dijaga oleh warga setempat.
Melalui kesepakatan bersama, masyarakat Nagajuang mengelola portal pintu masuk menuju area tambang rakyat. Dari pengelolaan portal itu, terkumpul sejumlah pendapatan yang kemudian disisihkan untuk membantu anak yatim dan para jompo Se-Kecamatan Nagajuang.
Diketahui, medio Januari hingga Maret 2026, dana yang terkumpul dari portal tersebut mencapai sekitar Rp600 juta. Pendapatan itu merupakan hasil dari pengelolaan portal yang dilakukan secara bersama oleh masyarakat Nagajuang.
Setiap periode tertentu, hasil yang terkumpul dari portal tersebut kemudian dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Pembagian bantuan itu biasanya dilakukan pada momentum pergantian tahun baru dan menjelang Hari Raya Idulfitri, sehingga anak-anak yatim dan para lanjut usia dapat turut merasakan kebahagiaan di momen tersebut.
Bagi anak-anak yatim dan para jompo yang hidup dalam keterbatasan, bantuan itu menjadi berkah tersendiri di tengah kehidupan sehari-hari. Warga Nagajuang menyebutkan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial agar manfaat dari aktivitas tambang tidak hanya dirasakan oleh para penambang, tetapi juga oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Ini sudah menjadi kesepakatan bersama. Dari hasil portal yang dikelola masyarakat, sebagian kami sisihkan untuk anak yatim dan jompo,” ujar salah satu warga, Selasa (17/3/2026).
Tradisi berbagi itu sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah aktivitas ekonomi masyarakat, nilai gotong royong dan kepedulian terhadap sesama tetap dijunjung tinggi oleh warga Nagajuang. Di tengah dinamika kehidupan desa dan aktivitas tambang rakyat, kepedulian itu terus mengalir, menjadi berkah yang dirasakan bersama. (Has).
