WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H/2026 M di Masjid Syahrun Nur, Sipirok, pada Sabtu (21/3/2026). Ia didampingi oleh jajaran Forkopimda, pejabat OPD, serta ribuan masyarakat yang hadir.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Kapolres Tapsel AKBP Yon Edi Winara, SH, SIK, MH, Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Staf Ahli PKK Tapsel Ny. Zakia Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Ira Sofyan Adil Siregar, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD se-Kabupaten Tapsel, dan seluruh Camat.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri sekaligus memohon maaf lahir dan bathin kepada seluruh masyarakat Tapsel.
“Atas nama pemerintah daerah dan pribadi saya sendiri, kami ucapkan minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf atas segala kesalahan, kekhilafan, serta hal-hal yang belum dapat kami wujudkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Idul Fitri tahun ini masih berlangsung dalam suasana pemulihan pascabencana yang terjadi pada 25 November tahun lalu. Menurutnya, Kabupaten Tapsel tengah berada dalam masa transisi menuju pemulihan yang optimal.
“Kita masih dalam tahap pemulihan, namun berkat dukungan pemerintah pusat, para menteri, dan seluruh elemen masyarakat, kita terus berupaya bangkit bersama. Kami mengharapkan pengertian dan kesabaran dari seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Bupati juga memanjatkan doa agar seluruh masyarakat diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menghadapi masa pemulihan tersebut.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri dipimpin oleh Imam Al-Ustadz Akhyar Nasution, sementara khutbah disampaikan oleh Al-Ustadz H. Arman Lubis, S.Pd.
Dalam khutbahnya, khatib mengingatkan bahwa bulan suci Ramadhan yang telah berlalu adalah tamu agung yang penuh keberkahan, sekaligus momentum untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia mengajak jamaah untuk merenungkan makna kemenangan sejati di Hari Raya Idul Fitri, yakni keberhasilan menahan hawa nafsu dan meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadhan.
“Hari raya bukanlah tentang kemewahan materi, melainkan tentang dosa yang diampuni dan amal ibadah yang diterima oleh Allah SWT,” tegasnya.
Khatib juga menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua, menjaga hubungan silaturahmi antar sesama, serta senantiasa mendoakan keluarga yang telah wafat.
Selain itu, ia mengajak umat Islam untuk terus menjaga nilai-nilai kebaikan pasca Ramadhan, termasuk menjauhi perbuatan terlarang dan memperbanyak amal saleh.
Setelah sholat yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan selesai, Bupati Gus Irawan Pasaribu langsung menyalami ratusan jamaah yang memenuhi halaman dan ruangan masjid.
Momen tersebut menjadi ajang yang berharga untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, dalam suasana kebersamaan yang hangat dan penuh makna di Hari Raya Idul Fitri. (r)






