Kades Jambur Baru Disorot: Dugaan Korupsi Dana Desa hingga Keterlibatan Tambang Ilegal

Poto ilustrasi.
Poto ilustrasi.

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Riswan Haedy, Kepala Desa Jambur Baru, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menjadi sorotan publik. Ia diduga tidak hanya terlibat dalam penyalahgunaan Dana Desa, tetapi juga disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas tambang emas ilegal.

Sejumlah warga mengungkapkan adanya beberapa titik tambang emas yang diduga dikelola oleh oknum kepala desa tersebut.
“Ada tambang emas menggunakan mesin Dongfeng di wilayah Unte Albung, dan di Simanguntong juga ada,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, Riswan Haedy juga diduga berperan sebagai penampung hasil tambang emas ilegal di wilayah Batangnatal.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Jambur Baru belum membuahkan hasil. Beberapa kali dihubungi melalui telepon, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Menanggapi dugaan tersebut, sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan. Jika terbukti, praktik penampungan hasil tambang ilegal berpotensi berkaitan dengan tindak pidana lain, termasuk dugaan pencucian uang.

Sebelumnya, nama Riswan Haedy juga menjadi perbincangan publik setelah diduga melakukan perusakan aset daerah berupa jalan lingkungan. Perusakan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan proyek pembukaan jalan menuju Unte Albung yang bersumber dari APBDes tahun 2024 dan 2025.

Tak hanya itu, kebijakan yang diambilnya juga menuai protes warga. Masyarakat disebut diwajibkan membawa material pasir dan batu untuk memperbaiki jalan yang rusak melalui gotong royong. Warga yang tidak ikut serta dikabarkan dikenakan denda sebesar Rp100 ribu.

Bacaan Lainnya

Konflik antara warga dan kepala desa ini turut mendapat perhatian dari kalangan aktivis. Ketua Garda Pantai Barat, Erisandi Nasution, mengaku tengah mengumpulkan data terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa, termasuk proyek pembukaan jalan Unte Albung yang diduga mangkrak.

Ia menyatakan akan segera melaporkan temuannya ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Mandailing Natal. (Has).

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait