WARTAMANDAILING.COM, Pasaman Barat – Aktivitas tambang emas ilegal di Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat terus berkembang tanpa kendali.
Hasil investigasi di lapangan menunjukkan puluhan alat berat (eskavator) milik PETI tetap beroperasi lepas kendali, meskipun jelas melanggar peraturan hukum dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius.
Kasus menjadi lebih krusial dengan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar untuk mendukung operasional tambang ilegal tersebut.
Publik semakin tidak puas karena hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang, yang menimbulkan kesan bahwa pelaku serta pemasok BBM ilegal terkesan kebal hukum.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K memberikan tanggapan singkat terkait hal ini. “Akan kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Namun, masyarakat menuntut aksi konkret bukan sekadar janji. Setiap hari, alat berat tetap berjalan dan dugaan penyalahgunaan subsidi terus berlanjut, yang semakin memperkuat persepsi bahwa hukum tampak lemah dalam menghadapi praktik ilegal ini.
Situasi ini menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat dan penegakan hukum yang transparan.
Aktivitas PETI di Sinuruik tidak hanya merusak ekosistem lokal, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
Warga Pasaman Barat kini menginginkan bukti nyata dari penegakan hukum, penghentian total operasi alat berat ilegal dan penindakan tegas terhadap mereka yang menyalahgunakan BBM subsidi.
Jika tidak segera ditangani, praktik ini tidak hanya akan terus merajalela, tetapi juga berpotensi menjadi preseden buruk yang dapat melemahkan sistem hukum di wilayah lain. Publik menginginkan keadilan yang nyata, bukan sekadar pernyataan akan menindaklanjuti. (Tim)






