WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang diketahui berprofesi sebagai tukang pikat burung hutan dalam kondisi tak bernyawa di tengah jalan, Senin (10/11/2025) siang.
Korban diketahui bernama Wilman Hasibuan (45), warga Jorong Parit Setia Bakti, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat. Ia pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas menuju kebun. Saat ditemukan, tubuh korban tergeletak di jalan setapak kebun plasma dengan posisi terlentang, masih mengenakan pakaian lengkap. Di lokasi juga ditemukan perlengkapan pikat burung dan sepeda motor milik korban.
Menurut keterangan warga, korban dikenal sebagai pemikat burung yang kerap berburu ke hutan sekitar. Penemuan jasadnya langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas Polsek Linggabayu kemudian turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Simpang Gambir guna pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan medis di Puskesmas Simpang Gambir menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit. Pihak keluarga yang dihubungi Polsek Lingga Bayu telah menjemput jenazah untuk dibawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulans menuju Jorong Ulu Simpang, Kelurahan Koto Tangah, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sehari sebelumnya, Minggu (9/11/2025), korban bersama beberapa rekannya berangkat dari Pasaman Barat menuju Desa Kampung Baru untuk memikat burung di hutan. Setibanya di lokasi sekitar pukul 05.00 WIB dini hari, mereka berpencar dan sepakat berkumpul kembali di jalan plasma pada sore harinya. Namun, korban tidak pernah muncul.
Rekan korban, Adri, kemudian mendapat kabar dari warga bahwa Wilman Hasibuan telah ditemukan dan dibawa ke Puskesmas. Saat dicek, korban telah dinyatakan meninggal dunia. Menurut keterangan Adri, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. (Has)






