Ketua IPM: TNI-Polri Wajib Bersatu Tertibkan PETI Kotanopan

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) baru-baru ini telah menertibkan Tambang Emas Ilegal (PETI) di kawasan Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Namun, aktivitas ilegal serupa masih berlangsung di kawasan Kotanopan dan sekitarnya hingga Ulu Pungkut.

Ketua Ikatan Pemuda Mandailing (IPM) Tan Gozali Nasution mengapresiasi langkah penertiban tersebut.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Polda Sumut) juga telah mengamankan 14 unit ekskavator yang digunakan untuk PETI di wilayah Mandailing Godang, tepatnya di perbatasan Siabu (Madina) dengan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Tan berharap, upaya penertiban PETI yang menggunakan alat berat seperti ekskavator ini tidak menjadi ajang persaingan kekuatan atau bentuk pengamanan “payung” oleh aparat negara. Sebaliknya, harus dilakukan secara murni untuk melindungi hutan dan ekosistem sungai.

“Sebelumnya kita tahu, masing-masing aparat memiliki daerah payung yang melindungi cukong-cukong PETI,” ungkap Tan pada Kamis (5/3/2026).

Oleh karena itu, dia menekankan bahwa TNI dan Kepolisian harus bersama-sama menindak dan menertibkan PETI di wilayah Kotanopan, Simpang Banyak Ulupungkut, hingga hulu Sungai Batang Gadis, di mana diperkirakan terdapat sekitar 25 unit ekskavator.

“Agar bisa menepis kecurigaan masyarakat bahwa ini hanya persaingan antara TNI dan Polisi. Semua aparat harus menindak para pelaku PETI beserta pemiliknya di daerah Kotanopan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Tan, pertambangan emas ilegal dengan alat berat hanya menguntungkan kalangan cukong dan penguasa, sementara rakyat hanya menerima dampak buruk berupa bencana alam. Selain itu, daerah pertambangan ilegal ini juga menjadi lahan subur bagi peredaran narkoba dan penyebaran penyakit masyarakat.

“Tambang-tambang dengan ekskavator ini juga sangat merusak perekonomian wilayah di hilir sungai,” pungkasnya. (Tim)

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait