WARTAMANDAILING.COM, Pasaman – Di sekitar kawasan Panti Rao, Kabupaten Pasaman, setiap tahun pada perayaan Idul Fitri kerap terjadi peristiwa “tembak-menembak” menggunakan senapan mainan berpeluru plastik.
Aksi yang awalnya dianggap sebagai permainan justru sering menyebabkan cedera pada pelaku maupun orang di sekitarnya, bahkan berpotensi memicu perkelahian antar masyarakat jika tidak segera ditangani.
Kasus terbaru menimpa seorang pelajar berusia 13 tahun bernama Asraf, asal Sipiongot Jorong Rambah Nagari Sontang Cubadak, Kecamatan Padang Gelugur.
Pada Senin (23/3/2026) sore, dia ditembak oleh teman bermainnya hingga kepalanya terluka, benjolan muncul, dan berdarah. Beruntung, peluru tidak mengenai bola matanya.
Ayah korban, Muslim (40 tahun), seorang petani, mengungkapkan bahwa dia sebelumnya pernah menolak permintaan anaknya untuk membeli mainan tersebut karena menyadari bahayanya. Namun, anaknya tetap menjadi korban saat bermain bersama teman-temannya.
“Pistol mainan berpeluru plastik jenis ini banyak beredar di sekitar Panti Rao dan sering digunakan anak-anak untuk saling ‘berperang’,” ujar Muslim.
Banyak anak-anak berusia 4 hingga 7 tahun juga pernah menjadi korban tembakan yang mengenai berbagai bagian tubuh.
Ia berharap pemerintah daerah dan kepolisian dapat mengambil tindakan tegas dengan memberlakukan larangan terhadap peredaran mainan berbahaya tersebut.
“Jangan tunggu banyak korban baru bertindak. Jika tidak ditangani secara serius, hal ini berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat Panti Rao,” tegasnya. (Edriadi)

