Ilustrasi Sertifikat Prakerja

WARTAMANDAILING.COM, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, karena pandemi virus corona (Covid-19) pemerintah menunda keberangkatan untuk 34.644 Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Ida mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan mengusulkan para pekerja migran yang gagal berangkat untuk mendapatkan manfaat dari Program Kartu Prakerja.

Saat ini, pihaknya sedang dalam proses koordinasi dengan Perusahaan Penempatan Pekerja MigranIndonesia (P3MI) agar para pekerja migran tersebut melakukan pendaftaran secara mandiri melalui laman resmi prakerja.go.id.

“Mereka akan kami usulkan untuk mendapatkan manfaat Kartu Prakerja. Saat ini kami dalam proses koordinasi dengan P3MI atau PJTKI agar mereka mandiri melakukan pendaftaran ke PMO dan kami fasilitasi data di Kemenaker yang akan diserahkan ke PMO,” jelas Ida ketika memberi keterangan pers melalui konferensi video, Kamis (30/4/2020).

Seperti diketahui, saat ini sudah ada lebih dari 8 juta orang yang mendaftar program Kartu Prakerja. Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan ketika penutupan pendaftaran program Kartu Prakerja pada Kamis 16 April 2020 lalu.

Program pelatihan Kartu Prakerja pun telah berlangsung dan manajemen pelaksana tengah dalam proses verifikasi untuk penerimaan peserta gelombang ketiga.

Untuk gelombang pertama, sudah ada 168.111 orang yang menjadi peserta Kartu Prakerja, dan gelombang kedua sebanyak 288.154 orang.

Melalui program Kartu Prakerja, peserta akan mendapatkan dana bantuan dari pemerintah sebesar Rp 3,55 juta.

Rinciannya, Rp 1 juta digunakan untuk pelatihan dan tidak bisa dicairkan, kemudian insentif senilai Rp 2,55 juta.

Insentif tersebut merupakan insentif pasca-pelatihan sebesar Rp 600.000 yang akan dikirim setiap bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 50.000 per survei untuk tiga kali survei sehingga total Rp 150.000 per peserta.

Pemerintah telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 596,8 miliar untuk 168.111 peserta yang telah diterima di gelombang I.

Secara total, pemerintah menyediakan Rp 20 triliun yang diperuntukan bagi 5,6 juta peserta Kartu Prakerja untuk tahun ini.

Sumber: Kompas.com