Foto: Reuters/Lindsey Wasson

WARTAMANDAILING.COM, Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengimbau bagi warganya yang akan ke Indonesia untuk mempertimbangkan kembali. Dalam travel advisory di laman travel.state.gov, AS menyebutkan bahwa alasan imbauan tersebut karena Covid-19, terorisme dan bencana alam.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC AS (United States Centers for Disease Control and Prevention) telah mengeluarkan pemberitahuan Level 3 Health Notice atau Pemberitahuan Kesehatan Perjalanan Tingkat 3 pada Indonesia.

Alasannya karena tingkat Covid-19 di Tanah Air cukup tinggi. Selain itu ada pembatasan yang berlaku dan mempengaruhi masyarakat AS yang masuk ke Indonesia. Di Indonesia tengah diberlakukan karantina untuk semua orang asing.

“Ada pembatasan yang berlaku mempengaruhi masuknya warga negara AS ke Indonesia. Pemerintah menjalankan karantina diberlakukan untuk semua orang asing. Kunjungi laman Covid-19 Kedutaan Besar untuk informasi lebih lanjut terkait Covid-19 di Indonesia,” tulis imbauan tersebut, dikutip Sabtu (12/6/2021).

Selain soal Covid-19, imbauan dilakukan karena adanya serangan teroris. Travel Advisory itu juga meminta mempertimbangkan perjalanan ke Sulawesi Tengah dan Papua akibat adanya kerusuhan sipil.

Dituliskan jika teroris merencanakan kemungkinan adanya serangan di Indonesia. Teroris dapat menyerang sedikit atau tanpa peringatan, menargetkan kantor polisi, tempat ibadah, hotel, bar, klub, pasar atau pusat perbelanjaan dan restoran.

Imbauan juga dilakukan karena adanya bencana alam. Kejadian seperti gempa bumi, tsunami atau gunung berapi bisa mengakibatkan terganggunya transportasi, infrastruktur, sanitasi dan ketersediaan layanan kesehatan.

Travel Advisory itu juga menyertakan langkah-langkah apabila warganya tetap memutuskan untuk ke Indonesia. Salah satunya untuk mengecek laman Kedutaan Besar AS terkait Covid-19, serta laman CDC mengenai perjalanan dan Covid-19.

Selain itu diminta untuk memonitor media lokal dan persiapkan untuk menyesuaikan rencana.

“Kunjungi situs Badan Geologi (Badan Geologi Indonesia, hanya bahasa Indonesia) dan Badan Penanggulangan Bencana untuk informasi dari pemerintah Indonesia tentang bencana alam saat ini,” jelas imbauan itu.

Ditambahkan pula, warga AS juga diimbau tetap meninjau saran CDC mengenai cara bersiap menghadapi bencana alam, serta waspada akan keselamatan dan keamanan pribadi setiap saat.

Masyarakat AS juga diminta mendaftar ke Smart Traveler Enrollment Program (STEP), untuk mendapatkan peringatan dan mempermudah menemukan mereka saat dalam keadaan darurat.

Masyarakat AS juga diharuskan memastikan paspor berlaku setidaknya enam bulan setelah masa inap yang diinginkan, mengikuti akun Facebook Departemen Luar Negeri, serta meninjau laporan kejahatan dan keamanan untuk Indonesia.

Sumber: CNBC Indonesia