Puluhan Kaum ibu Penambang Batu Tradisional ‘Geruduk Kantor PT Jaya Kontruksi

Puluhan kaum ibu penambang tradisional dari kelurahan Pidoli Dolok 'geruduk kantor PT Jaya kontruksi sabtu (11/2/2023) fhoto : istimewa.
Puluhan kaum ibu penambang tradisional dari kelurahan Pidoli Dolok 'geruduk kantor PT Jaya kontruksi sabtu (11/2/2023) fhoto : istimewa.

WARTAMANDAILING.COM , Mandailing Natal – sejumlah kaum ibu yang tergabung dalam penambang batu tradisional geruduk kantor PT jaya kontruksi yang berada di pasir putih, lintas timur kelurahan Pidoli Dolok Sabtu, (112-2023).

Informasi yang dihimpun Warta Mandailing, puluhan kaum ibu tersebut protes terkait kebijakan PT Jaya kontruksi yang tidak lagi menerima material batu mangga dari penambang tradisional tersebut.

“Pihak PT Jaya konstruksi tutup mata terhadap penambang batu tradisional warga kelurahan pidoli dolok ini, mereka lebih mengutamakan bahan material dari luar wilayah yakni dari Desa Simalagi, Kecamatan Hutabargot.”ujar salah satu pendemo.

Ketika ditanya terkait informasi demo Samin menyatakan, puluhan kaum ibu warga Kelurahan Pidoli Dolok tadi sore memang berangkat demo ke kantor PT Jaya kontruksi yang berada di lintas timur.

“Hal ini terkait material batu kali yang dikumpulkan para kaum ibu tidak ditampung lagi oleh perusahaan itu, kasihan ibu-ibu kita yang sudah capek ngumpul batu, namun tidak diangkat dan diterima lagi, pihak perusahaan lebih mementingkan material batu dari Desa Simalagi.”ujarnya.

Terpisah, Konfirmasi lewat WhatsApp Ansori menjelaskan, saat demo tadi Pihak perusahaan menyampaikan material dari Desa Simalagi sudah cukup. mereka tidak butuh lagi batu mangga dari para kaum ibu, meskipun lokasi perusahaan ini berada di kelurahan pidoli dolok.

“Pihak perusahaan tidak lagi menerima batu jenis mangga dari warga kelurahan pidoli dolok. Tapi kalau ibu-ibu mau dengan harga murah Rp 110000 per kubik silahkan masukkan.”sebut Ansori menirukan pihak perusahaan.

Read More

Lanjut Ansori, sudah hampir dua bulan berlalu batu mangga para kaum ibu tersebut yang mereka kumpul di bantaran sungai aek pohon bertumpuk.

“Ini terjadi sejak masuknya bahan dari Desa Simalagi, tambah lagi harga diturunkan, dampaknya, para kaum ibu dari kelurahan Pidoli Dolok menganggur dan bahkan sebagian dari mereka terpaksa mengemis di sepanjang jalan di Madina Akibat dengan tidak adanya lapangan kerja mereka lagi.”tutupnya.

Diketahui puluhan ibu penambang batu Tradisional tiba di kantor PT Jaya kontruksi di pasir putih lintas timur pidoli dolok, sore tadi, turut didampingi kepala lingkungan setempat.

Media ini berupaya mengkonfirmasi pihak perusahaan lewat aplikasi pesan tertulis WhatsApp, hingga berita ini diterbitkan pihak perusahaan belum memberikan tanggapan.

(Syahren)