Dari Ngopi ke Berbagi, Warkop Madina Gelar Buka Puasa Bersama

Warkop Madina gelar buka puasa bersama, fhoto : Wartamandailing.
Warkop Madina gelar buka puasa bersama, fhoto : Wartamandailing.

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal — Menjelang azan Magrib, aroma kopi yang biasanya mendominasi ruangan sore itu perlahan bercampur dengan wangi kolak dan aneka makanan ringan. Di sudut-sudut meja, gelas-gelas tak lagi hanya berisi kopi hitam pekat, tetapi juga teh manis dan sirup buah. Suasana di Warkop Madina terasa berbeda. Dari tempat ngopi dan bertukar cerita, ia berubah menjadi ruang berbagi dalam kebersamaan Ramadan.

Tak ada sekat antara pengunjung, pemilik warung, maupun warga sekitar yang hadir. Semua duduk berbaur. Tawa kecil terdengar, obrolan ringan mengalir, menjadikan penantian berbuka sebagai momen yang dinanti bersama.

Pemilik Warkop Madina, H. Erwin Efendi Lubis, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Madina, mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini sekaligus menjadi penanda pembukaan Warkop Madina. Ia menyebut acara tersebut sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan.

“Warkop Madina ini bertujuan untuk menjadi ruang singgah untuk ngopi dan diskusi. Ramadan ini, kami ingin ia juga menjadi ruang berbagi. Terima kasih kepada teman, rekan, dan sahabat yang sudah hadir dan ikut meramaikan buka puasa bersama ini,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Menu yang tersaji pun sederhana: kolak, bubur, serta hidangan nasi. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan kehangatan dan kebersamaan yang tak ternilai, tersaji di atas meja panjang yang disusun merapat.

Menjelang azan berkumandang, suasana hening sejenak. Doa dipanjatkan bersama. Tegukan pertama air dan manisnya kolak serta bubur seakan menyatukan rasa lapar dan harap dalam satu momen yang syahdu.

Bagi sebagian warga, Warkop Madina bukan sekadar tempat minum kopi. Sejak dibuka, ia menjadi ruang diskusi, tempat bertukar gagasan, bahkan wadah membangun solidaritas. Dari obrolan santai tentang kampung halaman hingga perbincangan serius soal pembangunan daerah, semua mengalir di meja-meja kayu itu.

Bacaan Lainnya

Diketahui, kafe atau Warkop Madina ini berada di Desa Penggorengan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, tepatnya di samping Kantor DPC Gerindra Madina. Lokasinya yang strategis membuatnya mudah dijangkau masyarakat dan menjadi salah satu titik kumpul baru di wilayah tersebut.

Ramadan kali ini menegaskan peran tersebut. Dari ngopi ke berbagi, Warkop Madina menunjukkan bahwa warung kopi bisa menjadi lebih dari sekadar tempat usaha. Ia adalah simpul kebersamaan, ruang sederhana yang menyatukan banyak cerita.

Usai salat bersama, senyum dan jabat tangan saling bertukar. Tak ada yang pulang dengan tangan hampa. Setidaknya, mereka membawa pulang rasa hangat—bahwa kebersamaan masih tumbuh di sudut-sudut kecil kota, di antara cangkir kopi dan doa yang dilangitkan bersama. (Has)

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait