WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Maraknya peredaran narkotika, mulai dari sabu-sabu hingga ganja, di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai sudah mengkhawatirkan dan menjadi ancaman nyata bagi masa depan generasi muda.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, mengambil sikap tegas dengan mendorong penerapan hukuman mati bagi para bandar dan pengedar narkoba.
Politisi Partai Gerindra ini menilai, peredaran gelap narkotika bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan kejahatan luar biasa yang merusak tatanan kehidupan masyarakat dan masa depan bangsa.
“Bandar dan pengedar narkoba yang nyata-nyata merusak generasi, sebaiknya dihukum mati. Jangan sampai alasan HAM justru membuat dampak buruknya terabaikan dan korban terus berjatuhan,” tegas Erwin, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, persoalan narkoba di Madina hingga saat ini sulit diberantas bukan hanya karena faktor ekonomi, tetapi juga karena lemahnya sistem penegakan hukum dan mentalitas oknum tertentu.
Bahkan, di sejumlah wilayah seperti Panyabungan Timur, budidaya dan peredaran ganja sudah menjadi fenomena yang memprihatinkan.
Erwin mengakui, faktor keterbatasan lapangan kerja menjadi pemicu utama. Sebagian warga tergiur menanam ganja karena dinilai memberikan keuntungan instan dan jauh lebih cepat dibandingkan sektor perkebunan atau usaha legal lainnya.
“Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga pola pikir yang ingin serba cepat. Padahal pemerintah sudah menawarkan alternatif seperti sektor perkebunan, meski hasilnya tidak instan, tapi halal dan berkah,” ujarnya.
Oleh karena itu, Erwin menilai hukuman mati adalah solusi yang paling tepat untuk memberikan efek jera yang luar biasa. Ia berharap usulan keras ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan aparat penegak hukum.
“Selama ini penegakan hukum terasa belum maksimal. Jika kita benar-benar memikirkan masa depan generasi, langkah tegas seperti hukuman mati perlu dipertimbangkan dan diterapkan,” tambahnya.
Di samping penindakan hukum yang keras, Erwin juga menekankan pentingnya solusi jangka panjang. Pemerintah diminta terus membuka lapangan pekerjaan dan melakukan edukasi masif kepada masyarakat.
“Jika peluang kerja tersedia dan menjanjikan, ruang untuk melakukan kejahatan akan semakin kecil. Semua pihak harus bersinergi agar narkoba bisa tuntas diberantas dari bumi Madina,” pungkasnya. (Tim)




