Petugas menggunakan masker saat membersihkan lantai Masjidil Haram setelah mewabahnya virus corona di Mekah, Arab Saudi, 3 Maret 2020. Kedua tempat suci itu sempat ditutup untuk dilakukan sterilisasi guna mencegah penyebaran virus corona. REUTERS/Ganoo Essa

WARTAMANDAILING.COM, Arab Saudi – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz telah memutuskan untuk membuka kembali Mataf atau area Tawaf di sekitar Ka’bah di Masjidil Haram, Kota Suci Mekah.

Lokasi ini mulai dibuka Sabtu pagi waktu setempat, 7 Maret 2020. Pembukaan area itu dilakukan dilakukan karena dinilai lokasi sudah aman usai dilakukan sterilisasi untuk mencegah serangan virus corona atau COVID-19.

Usai dilakukan pembukaan, aktivitas di jantung Ka’bah mulai berdenyut. Para jemaah berdatangan untuk melakukan ibadah Tawaf dan berdoa. Tampak banyak jemaah meneteskan air mata, mereka menangis terharu bisa kembali berada sangat dekat dengan Ka’bah yang telah dirindu sejak ditutup.

Dilansir dari Haramain, Minggu (8/3/2020) cukup banyak jemaah yang datang untuk beribadah di lokasi Mataf yang sudah dibuka hari ini. Dan jemaah terlihat sangat tertib mematuhi aturan yang berlaku di sana.

Terlihat tak ada jemaah yang berani melewati pagar-pagar pembatas yang telah dipasang di sekitar Ka’bah. Pagar itu memang sengaja dipasang agar untuk sementara waktu tak ada orang yang menjamah bagian Ka’bah, hal itu dilakukan mengacu pada pola penyebaran virus corona yang disebut bisa menular melalui sentuhan tangan.

Seperti kebiasaan umum jemaah yang beribadah di Ka’bah, mereka sangat suka menyentuh bagian tubuh dari Ka’bah. Terutama sekali berusaha mencium batu Hajar Aswad.

Untuk diketahui, dalam beberapa hari ini Pemerintah Arab telah memberlakukan penutupan sementara di beberapa lokasi aktivitas jemaah. Tak cuma di area Masjidil Haram, penutupan juga diberlakukan di sejumlah titik di sekitar Masjid Nabawi di Kota Suci Madinah.

Bahkan di Madinah, pemerintah telah menutup semua akses menuju kamar suci tempat makam Nabi Muhammad SAW dan makam dua sahabatnya, Abu Bakar Siddiq serta Umar bin Khatab.

Sementara itu, pemerintah Arab Saudi belum mencabut kebijakan larangan bagi jemaah umrah untuk memasuki kedua kota suci itu. Belum ada kepastian kapan kebijakan ini dicabut.(wm/viva)