Ketua PC IMM Tapsel-Padangsidimpuan, Rahmad Taufiq Pardede (Foto: Istimewa)

WARTAMANDAILING.COM, Padangsidimpuan – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan dinilai telah dua kali dikeluhkan pasien dalam perawatan (PDP) Covid-19, Padahal RSUD telah ditetapkan sebagai RS rujukan Covid-19.

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Tapsel-Padangsidimpuan meminta Walikota Padangsidimpuan agar segera melakukan evaluasi terhadap keseriusan RSUD dalam penanganan pasien covid-19.

“Jutaan rakyat di Tabagsel menaruh harapan akan fasilitas dan pelayanan yang prima di RSUD Padangsidimpuan,” ujar Ketua PC IMM Tapsel-Padangsidimpuan, Rahmad Taufiq Pardede kepada Warta Mandailing, Sabtu (4/4/2020).

Seperti diketahui, ruang publik belakangan ini dihebohkan dengan beredarnya video live dari akun facebook Erni Aqilah Abyan seorang PDP Covid-19 yang meminta agar dirujuk ke RS Adam Malik dikarenakan fasilitas RSUD Padangsidimpuan yang kurang memuaskan.

“Ini telah kedua kalinya dari yang sebelumnya pasien dari Mandailing Natal yang datang ke RSUD Padangsidimpuan, namun kembali dirujuk ke medan karna belum siap ruang isolasi,” bebernya.

Rahmad mengatakan harusnya Walikota dan DPRD malu atas tragedi ini, terlebih ada anggota Komisi IX DPR RI yang turun tangan langsung.

“Kemaren Bang Saleh Daulay membantu merujuk Erni, meskipun dikabarkan dari RS Adam Malik Medan telah meninggal dunia. Ini tamparan keras buat Walikota dan DPRD Padangsidimpuan,” tandasnya.(Iwan.SD)