Dokumentasi HMI Cabang Padangsidimpuan
(Foto: Dokumentasi HMI Cabang Padangsidimpuan)

WARTAMANDAILING.COM, Padangsidimpuan – Covid-19 Virus yang bermula muncul di negara China tepatnya Kota Wuhan sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita sebagai masyarakat yang berada diwilayah NKRI dan bahkan sudah tidak asing di mata pembahasan dunia.

Tahun 2020 menjadi catatan pahit bagi peradaban dunia karena pada masa inilah kita kembali mengenal istilah Lockdown di berbagai negara dan bahkan beberapa provinsi di Indonesia sudah menerapkannya.

Tentu ini jadi catatan sejarah buruk dimana pendidikan di liburkan atau lebih akrabnya dipindahkan metode nya dengan sistem online yang awalnya masyarakat tidak paham dan masih banyak kita lihat lingkup masyarakat yang masih buta akan tekhnologi ditambah lagi perekonomian semakin hancur dan menurun bahkan semua aktifitas terhenti sejenak, masalah ini juga menyebabkan nilai tukar dollar merambah naik secara cepat.

Ketua bidang Pembinaan Anggota HMI Cabang Padangsidimpuan, Aprizal Harahap menyampaikan, hal ini menimbulkan keresahan ditengah- tengah masyarakat karna jika seandainya seluruh wilayah indonesia Lockdown terkhususnya di daerah Tabagsel, masyarakat bisa kewalahan dalam memenuhi kebutuhan nya sehari-hari apalagi dengan kondisi daerah yang semakin hari semakin membuat resah masyarakatnya.

Sehingga hal ini memunculkan keresahan dan ketakutan yang secara cepat membangun stimulus negatif pada pemikiran masyarakat. dikarenakan kurang nya edukasi positif dari penyebaran wabah Covid-19. Dan seandainya lockdown di Tabagsel terjadi apakah pemerintah mempunyai stock yang cukup untuk memberikan jaminan ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi masyarakat bawah?

“Kita berharap pemerintah secepatnya menghadirkan pos-pos kesehatan yang siap siaga dan mampu menyalurkan Hansanitizer serta masker yang sangat susah di dapatkan masyaralat di apotik terdekat dikarenakan kekosongan persediaan sehingga ini menjadi penanganan pertama pencegahan penyebaran Covid-19,” pinta Aprizal.

Bahkan sering muncul dalam pembahasan kalangan mahasiswa apakah ini hanya sekedar konspirasi ataukah perang dagang dan bahkan virus ini benar adanya dengan kedatangan dan penyebarannya yang cukup cepat menghantam nyawa masyarakat.

“Dengan penyebaran Covid-19 social distancing ini juga berdampak pada organisasi HMI dan organisasi lainnya yang menyebabkan perkaderan atau pelatihan kepemimpinan serta kajian intelektual harus ditunda demi pencegahan penyebaran Covid-19,” ungkapnya lagi.

Selanjutnya, Ketua Umum HMI Cabang Padangsidimpuan, Asmar Apandi Nasution menghimbau kepada seluruh kader HMI untuk menonaktifkan seluruh kegiatan yang sifatnya perkumpulan terkhusus di HMI, dan menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga diri dan keluarga agar tidak terlalu banyak beraktifitas yang sifatnya bersentuhan langsung dengan masyarakat lain.

“Kita berharap pemerintah dapat ikut berperan aktif melakukan pembatasan pemberitaan yang tidak berimbang seputar Covid-19 agar masyarakat tidak salah paham dalam mengkonsumsi informasi terkait Covid-19 ini. Tetap jaga kesehatan dan jaga diri kita dengan ikut aturan yang berlaku atau lebih dikenal dengan istilah STAY SAFE AT HOME demi masyarakat indonesia dan demi menjaga daerah tabagsel sebagai daerah yang tidak tersentuh oleh penyebaran wabah Covid-19,” papar Asmar Apandi.(wm/r)