Foto bersama usai penutupan LK II HMI Cabang Padangsidimpuan (foto: Dok. Istimewa)

WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Intermediate Training Tingkat Nasional yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padangsidimpuan secara ceremony telah ditutup langsung oleh Pengurus Besar HMI yang diwakili wakil Sekjend Ranto Bangun Harahap, Senin (9/3/2020) di Hotel Nauli Tor Sibohi, Sipirok.

Dalam laporan ketua panitia Aprizal Harahap kegiatan ini telah berlangsung selama 7 Hari, kegiatan ini dilangsungkan dari tanggal 2 maret kemarin hingga hari ini.

Peserta yang mengikuti intermediate Training di HMI cabang Padangsidimpuan sebelum nantinya kembali ke daerah masing- masing silahkan eksplore daerah Tapanuli Bagian Selatan dulu terkhusus daerah pangurabaan yang menjadi tempat tinggal nya pendiri HMI.

“Alhamdulillah peserta yang lulus dalam kegiatan ini berjumlah 44 orang,” ucap Afrizal.

Seterusnya dalam sambutan ketua Umum HMI Cabang Padangsidimpuan yang diwakilkan oleh sekretaris umum berpesan kepada peserta yang ikut dan selesai training di HMI Cabang Padangsidimpuan dapat melangsungkan proses nya nanti di HMI cabang Masing-masing.

Parulian Nasution, Presidium MD KAHMI Tapanuli Selatan yang selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan mewakili Bupati Tapanuli Selatan dalam sambutannya mengatakan bahwa semangat lahirnya HMI karena keislaman dan keindonesiaan.

“Oleh karena itu maka kader HMI harus ikut arah dalam kebijakan pembangunan nasional, Kader HMI tidak boleh gagal, namun kader HMI harus bisa mewarnai kehidupan bangsa dalam konteks keindonesiaaan, yakinlah adinda semua Ber-HMI itu berat berbahaya indah. Namun dari sini lah bagaimana melahirkan kader HMI yang mempunyai intelektual tinggi yang dikenal sebagai tradisi intelektual,” terang Parulian Nasution.

Dikatakannya, sebagai kader HMI yang selesai dari Intermediate Training ini jangan puas dan bangga, setelah ini lanjutlah perkaderan sampai advance training, dan ikutlah pelatihan pelatihan lainnya. Kalau ingin jadi kader HMI yang militan, kuasailah persoalan keindonesiaan, keislaman dan kemahasiswaan.

“Karena kader HMI harus mampu menegakkan dan menyeimbangkan iman ilmu dan amal, bagi kader HMI tonjolkan lah kalimat keislaman dalam aktifitas kehidupan sehari-hari. Ber HMI itu sangat Majemuk dalam kebersatuan dan Bersatu dalam kemajemukan, untuk itu bersatulah dalam mewujudkan 5 KIC,” tutup Sekdakab Tapsel, Parulian Nasution.(Sadar H Daulay)