Di Kamar Mandi Sekolah Dasar Simirik Oknum Guru Olah Raga Diduga Sodomi Belasan Murid (foto: Istimewa)

WARTAMANDAILING.COM, Padangsidimpuan – Peristiwa memalukan kembali mencoreng dunia Pendidikan di Kota Padangsidimpuan dengan aksi penyimpangan sexsual sesama jenis yang diduga dilakukan oleh RBDT oknum guru olah raga di salah satu SD Negeri Simirik, Desa Simirik, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan.

Peristiwa Memalukan tersebut diketahui saat beberapa Siswa SD Simirik melihat aksi oknum guru tersebut saat melakukan perbuatan bejatnya kepada salah satu korban di kamar mandi Sekolah yang baru di bangun dan belum difungsikan.

“Kami melihat bapak itu di kamar mandi yang baru dibangun dan belum difungsikan bersama korban dengan inisial (I) yang baru kelas 2 SD, Kami melihat guru tersebut sudah tidak memakai celana, kemudian Kamar mandi kami lempar dan kami langsung berlari,” ujar DRY (11) salah satu saksi mata saat diwawancarai awak media Minggu (1/3/2020) yang mengaku tidak berani sekolah sejak peristiwa tersebut.

Sementara korban I (8) kepada awak media ini mengakui dengan polos nya dan masih terlihat trauma atas perlakuan yang dilakukan oknum Guru tersebut kepadanya.

“Bapak itu membuka celananya dan celanaku kemudian bapak itu memasukkan alat kelaminnya ke lobang anusku pada hari selasa dan hari rabu kemaren om,” ujarnya polos

Info yang didapat dari Sugianto (55) orangtua korban, mengaku mengetahui peristiwa tersebut dari istrinya saat Ia pulang dari kebun dan menurut pengakuan anaknya, diduga lebih dari satu orang korban kebejadannya dengan alih para korban di berikan uang Rp.2000 setiap kali selesai melakukan aksi bejadnya.

“Saya tau pada hari kamis 27 Februari 2020 saat itu saya pulang dari kebun, istri saya langsung menceritakan perihal tersebut, ironisnya selain anak saya, cucu saya juga turut menjadi korban dan menurut pengakuan anak-anak, mereka diberikan uang Rp2.000 setiap kali dikerjai oknum guru tersebut,” ungkap Sugianto dengan nada geram.

Korban Cabul Lainnya

Hal senada juga dikatakan Yanto (35) yang juga orang tua salah satu korban, ianya mengaku tau kejadian yang menimpa anaknya dari pengaduan Sugianto.

“Saya tau setelah Sugianto bercerita dan ketika saya tanya anak saya, Ia membenarkan bahwa Dianya sudah sering diperlakukan begitu oleh oknum guru tersebut,” ujar Yanto.

Lebih lanjut, menurut pengakuan Yanto, bersama orang tua korban lainnya sudah membuat laporan polisi ke Polres Padangsidimpuan.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Padangsidimpuan, korbannya ada 15 orang namun yang ikut kemarin ke Polres baru 8 orang,” katanya.

Ironisnya Pihak Sekolah SD Simirik seolah tidak perduli dengan kejadian memalukan tersebut, begitu juga dari pihak Dinas Pendidikan dan Dinas PPA Kota Padangsidimpuan, Sebab menurut pengakuan para orang tua korban hingga hari ini belum ada memberikan tindakan yang berarti terhadap para korban, yang paling parahnya menurut keterangan warga,oknum guru tersebut mantan Residivis dengan kasus yang sama sewaktu mengajar di SD Negeri 12 Kota Padangsidimpuan

“Dia pernah ditahan karna kasus yang sama waktu dia mengajar di SD Negeri 12 Kota Padangsidimpuan, disini saya melihat kelalaian Dinas Pendidikan, Sudah tersandung kasus begitu, harusnya dia jangan di jadikan pendidik lagi,” ujar salah satu warga yang namanya enggan di publikasikan.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan AKP Bambang Herianto saat di hubungi awak media melalui pesan WhatsAppnya membenarkan pihaknya sudah menerima Laporan Kasus Tersebut.

“Lagi kita dalami, sabar yah tunggu informasi selanjutnya,” ujar Kasat Reskrim AKP Bambang.(wm/Iwan Sd)