Pembangunan Jembatan Rambin Sungai Barumun Desa Gunung Matinggi Diduga Asal Jadi (foto: Dok. Istimewa)

WARTAMANDAILING.COM, Padang Lawas – Gerakan Aktivis Mahasiswa Padang Lawas (GAM-Palas) angkat bicara mengenai pembangunan jembatan rambin sungai barumun desa Gunung Matinggi, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas.

Ketua GAM Palas, Hasbyal Hasibuan mengatakan pembangunan jembatan rambin sungai barumun desa Gunung Matinggi dengan pagu anggaran 1.475.400.000.00 yang dimenangkan oleh CV. Sultan Jaya Mulia diduga asal jadi.

“Berdasarkan hasil investigasi kami dilapangan jembatan rambin yang baru selesai pekerjaannya itu sudah terlihat rusak dan jika diamati dari pekerjaannya banyak sekali permasalahan disitu. Untuk pembangunan rabat beton nya sudah terlihat retak pengelasan jalan rambin tersebut pun tidak layak pakai,” papar Hasbyal kepada Warta Mandailing, Kamis (30/4/2020).

Selain itu, Sadar Daulay selaku Pengurus GAM Palas yang juga putra daerah Kecamatan Huristak turun langsung melihat pekerjaan rambin tersebut. Dari penelusurannya, Ia menduga banyak sekali kerugian negara dalam pekerjaan ini, sebab dari segi pembangunan yang terlihat sangat tidak sesuai dengan pagu anggarannya.

Bahkan lebih mirisnya lagi jalan untuk menuju rambin tersebut tidak terlihat seperti jalan biasanya dan jika bukan orang asli desa tersebut pasti tidak akan menemukan pekerjaan rambin itu.

“Oleh sebab itu kami selaku agen of cange dan putra daerah Kecamatan Huristak akan melaporkan ini ke pihak penegak hukum (Kejatisu) dengan beberapa bukti foto fisik pekerjaan serta data yang kami miliki,” pungkas Sadar.

Sementara itu pihak rekanan (Cv. Sultan Jaya Mulia) ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan pekerjaan itu memang sudah selesai namun untuk lebih lanjutnya konfirmasi saja ke dinas PU Kabupaten Padang Lawas.

“Tanyakan ke Dinas PU saja,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga, Kepala Desa Gunung Matinggi juga mengatakan pekerjaan itu memang sedang bermasalah namun saya tidak bisa menjelaskan secara rinci.

“Untuk lebih jelasnya, lanjut tanya saja ke pihak pekerjanya,” tandas Kades Gunung Matinggi.(Halomoan)