Pembangunan Pagar SD Negeri Siamporik Dolok Diduga Bermasalah (foto: istimewa)

WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Proyek berupa pagar SD Negeri Siamporik Dolok yang bersumber dari APBD Kabupaten Tapanuli Selatan TA. 2020 senilai ratusan juta rupiah diduga bermasalah lantaran papan proyek pelaksanaannya tidak ada atau sengaja tidak di publikasikan kepada warga.

Dari hasil investigasi yang dilakukan Ketua Lembaga Pemantau Anggaran (LPA) Sumut, Rahmat Hidayat Rambe, S.H menyampaikan kepada Warta Mandailing, pembangunan pagar SDN tersebut diduga ada unsur kesengajaan sehingga tidak ada papan merk nya dengan tujuan untuk melakukan korupsi, baik untuk kwalitas proyek dan pengurangan volume proyek dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri.

“Pastinya ada unsur kesengajaan, agar masyarakat tidak mengetahui jumlah dana yang dikeluarkan,” katanya, Jumat (15/5/2020).

Mengenai hal tersebut, Rahmat mencoba menemui salah seorang pekerja dilapangan guna mempertanyakan berapa dana dan volume bangunan itu, namun pekerja tersebut mengatakan, tidak mengetahui berapa dana dan volume bangunan yang dimaksud.

“Hal itu tidak saya tahu, kami disini hanya bekerja sesuai dengan upah yang kami terima dari pemilik proyek,” ucap pekerja yang namanya tidak mau disebut.

Menurut Rahmat, pembangunan pagar SDN Siamporik Dolok itu telah menyalahi aturan, sesuai dengan Perpres No.70 Tahun 2007. Dimana proyek pembangunan yang bersumber dari keuangan negara harus transparan dan tidak menimbulkan banyak pertanyaan.

“Saat ini Info yang kita dapat dilapangan, proyek itu ditanggung jawabi oleh Adi Tanjung, warga Kecamatan Angkola Selatan,” ucap Rahmat.

Terkait hal tersebut, Amros selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan hendak dikonfirmasi via telepon selulernya berkali kali di hubungi tidak pernah merespon.(in)