Kantor Kepala Desa, Desa Harean Kecamatan Tantom Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan (foto: Zulkifli)

WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Pembangunan Kantor Kepala Desa, Desa Harean Kecamatan Tantom Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan hingga saat ini belum juga rampung walaupun sudah mencapai tiga tahun anggaran diduga sebahagian anggarannya digelapkan untuk happy-happy.

Hal ini disampaikan salah seorang anggota BPD, Beresman Lumban Tobing kepada Warta Mandailing di Desa Harean, Senin (1/6/2020).

Menurut Beresman, telah mencapai tiga tahun anggaran diperuntukkan untuk pembangunan Kantor desa tersebut tetapi saat ini belum juga rampung, anggaran pertama (TA 2009) bersumber dari APBD sebesar Rp. 50 Juta, kedua bersumber dari Dana Desa sebesar Rp. 134 Juta (TA 2019), dan Realisasi Dana Desa 2020 ini juga dianggarkan untuk pembangunan kantor desa.

“Setiap realisasi anggaran dana desa tidak pernah dilakukan rapat bersama masyarakat kemana saja diperuntukkan atau skala prioritas pembangunan di desa ini,” ungkap Beresman.

Dikatakannya, serapan anggaran untuk pembangunan kantor desa ini termasuk fantastis namun belum juga rampung, material bangunan berserakan begitu saja, tidak dilakukan pengecatan, tidak semuanya dilakukan pengatapan.

“Biasanya sudah sering kami perhatikan di desa ini setiap realisasi dana desa berbeda sikap dari sebelumnya, sikapnya arogan dan uang desa ini dihambur hamburkan keluar desa ini sehingga pembangunan kantor itupun tidak rampung,” sambungnya.

“Diduga keras LPJ Dana Desa dimodifikasi begitu saja artinya LPJ akal akalan untuk meraih dana desa tahapan berikutnya,” pungkas Beresman.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Harean, Doharman Nababan ketika dikonfirmasi melalui selulernya tidak menjawab, begitu juga ketua BPD nya, Doni Hutagalung saat dihubungi ke nomor selulernya tidak aktif.

Salah satu warga yang tidak berkenan namanya disebutkan, mengatakan kalau Ketua BPD dan Kepala Desa Harean diduga sekongkol menghambur hamburkan dana desa tanpa sepengetahuan masyarakat.

“Tak ada yang beres perangkat desa kami,” cetusnya. (in/zul)