WARTAMANDAILING.COM, Pasaman – Kehadiran seekor beruang madu di kawasan pemukiman warga kembali membuat geger. Hewan dilindungi tersebut terlihat berkelana di Nagari Lanai, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 15.25 WIB.
Kemunculan satwa buas ini bukan kali pertama terjadi. Dalam sebulan terakhir, beruang madu tersebut dilaporkan sudah lebih dari lima kali terlihat berkeliaran, baik di sekitar rumah penduduk maupun di areal perkebunan warga. Hal ini membuat masyarakat merasa khawatir akan keamanan dan keselamatan mereka.
Salah seorang warga, Amir (42), menceritakan momen mengejutkan saat ia sedang beristirahat di halaman rumah. Tiba-tiba ia melihat beruang madu tersebut berjalan pelan melewati jalan desa tidak jauh dari kediamannya.
“Saya kaget sekali melihatnya. Beruang itu tampak tenang namun terus bergerak menuju arah kebun karet warga. Saya segera berteriak memanggil tetangga agar berhati-hati dan menjauh,” ujar Amir.
Warga menyebutkan, keberadaan beruang ini semakin sering terlihat, terutama pada siang hingga sore hari saat masyarakat sedang beraktivitas di ladang. Mengingat lokasi tersebut berbatasan langsung dengan hutan lindung dan merupakan area pertanian, warga khawatir keselamatan mereka terancam.
Menanggapi laporan yang masuk, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat langsung merespons. Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar membenarkan adanya laporan tersebut dan menyebutkan kemungkinan penyebab satwa keluar dari habitat aslinya.
“Kemungkinan besar beruang ini keluar karena kekurangan makanan atau habitatnya terganggu akibat perubahan lingkungan,” jelasnya.
Untuk mengamankan situasi, BKSDA akan segera mengirimkan tim ke lokasi. Langkah yang akan dilakukan antara lain penyisiran area serta pemasangan cage trap atau kandang jebak. Tujuannya adalah untuk menangkap dan memindahkan kembali beruang tersebut ke habitat alaminya yang lebih aman.
Pihak BKSDA juga mengimbau seluruh warga Kecamatan Dua Koto untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat disarankan tidak beraktivitas sendirian di kawasan yang rawan atau dekat dengan hutan, serta segera melaporkan jika kembali melihat keberadaan satwa tersebut demi keselamatan bersama. (Diarto)
