Sekretaris Umum FPI Munarman mengecam Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Ilustrasi Foto: Antara / Boyke)

WARTAMANDAILING.COM, Jakarta – FPI (Front Pembela Islam) meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera bertobat. Pasalnya, FPI melihat sebagian kebijakan Anies akhir-akhir ini sebagai ‘maksiat friendly’.

Sekretaris Umum DPP FPI Munarman mengungkapkan, kebijakan itu diijinkan penyelenggaraan Proyek Gudang Jakarta (DWP). Lalu kebijakan Anies yang memberikan penghargaan Piagam Penghargaan Anugerah Adikarya Wisata 2019 untuk Diskotek Colosseum Club 1001.

Menurut Munarman, izin terhadap penyelenggaraan DWP sama saja. Munarman menganggap DWP hanya kegiatan pesta pora, hura-hura dengan musik keras.


“Yang diucapkan tentang anak-anak muda dan sangat potensial dirusak dengan cara yang dibuka aurat, mengonsumsi makanan dan minuman haram,” kata Munarman dalam keterangannya, Minggu (15/12).

Munarman menyetujui, menyetujui kebijakan pemberian penghargaan terhadap Colloseum Club 1001 juga telah melukai FPI. Sebab, menurut Munarman, tempat itu merupakan lokasi maksiat berkedok hiburan.


“Yang semua orang berpikiran waras pasti tahu tidak ada manfaatnya sama sekali untuk mencapai tujuan pembentukan manusia yang beriman dan bertakwa,” tambah Munarman.

Oleh karena itu, Munarman mengingatkan Anies untuk kembali ke jalan yang benar. Sebab, FPI sebagai pendukung Anies pada Pilgub 2017, meminta gubernur DKI yang mengubah persetujuan mendasar.


FPI, kata Munarman, tidak ingin pembangunan Jakarta hanya mengutamakan PAD, pertumbuhan ekonomi dan kehidupan dunia yang glamor.

“Harus diubah menjadi indeks pembangunan untuk mengedepankan aspek kehidupan yang religius, takut untuk Allah dan nyaman untuk semua umat beragama,” tegas Munarman.(PN/jpnn)