Sepekan menjelang Libur Tahun Baru 2020, Kadis Pariwisata Tapanuli Selatan Abdul Saftar Harahap bersama pihak Kecamatan Sayur Matinggi memasang sejumlah plank merk "bebas kutipan" di Objek Wisata Air Terjun Aek Sijorni.(foto:antara)

WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Gratis alias bersih atau bebas dari kutipan bagi pengunjung wisata Air Terjun Aek Sijorni di Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan ternyata hanya isapan jempol belaka.

Betapa tidak, soalnya saat libur Tahun Baru, Rabu 1 Januari 2020 banyak pengunjung berbagai daerah yang datang yang merasa kecewa akibat banyaknya kutipan oleh masyarakat setempat.

“Aneh! setiap kita melangkah pada setiap jengkal tanah masyarakat dilokasi objek wisata ini kita (rombongan) dimintai bayaran yang besarannya bervariasi antara lima hingga dua puluh lima ribu,” kesal Mansyur pengunjung yang datang jauh dari Pematang Siantar, Kamis (02/01/2002) dikutip dari Antarasumut.

Dia tidak keberatan kalau untuk sewa lapak masyarakat yang berada di lokasi wisata untuk rehat keluarga Rp20 ribu untuk menghindari basah kalau hujan turun. Namun, soal parkir sebesar Rp20 ribu dia juga protes terlalu besar.

“Sebenarnya kita (pengunjung) tidak merasa keberatan dengan adanya retribusi resmi sekali bayar di pintu masuk. Jangan seperti ini setiap melangkah sejengkal tanah masyarakat ada kutipan, sehingga menjengkelkan banyak pengunjung,” kata Sofiyan menimpali.

Pun demikian demi terjaganya nama baik objek wisata Air Terjun Aek Sijorni yang berlokasi di daerah Desa Aek Libung ini, keduanya berharap pemangku kepentingan dapat meminimalisir lokasi objek wisata yang sudah tersohor itu dari kejengkelan kutipan-kutipan tersebut.

(Foto : Istimewa)

Sebelumnya Kadis Pariwisata Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Abdul Saftar menyatakan demi bahwasanya tidak ada lagi bentuk kutipan apapun bagi pengunjung yang datang mengunjungi objek wisata alam Aek Sijorni.

Namun, sayangnya meski sejumlah plank merk pemberitahuan yang sengaja dipasang Dinas Pariwisata terkait pemberitahuan “tidak ada kutipan” di lokasi objek wisata tersebut dianggap ‘angin lalu’ bagi sejumlah oknum masyarakat.

Saftar juga mengakui adanya oknum-oknum nakal yang masih memanfaatkan situasi demi keuntungan meski sudah ada hasil pendekatan ke masyarakat sebelumnya objek wisata Aek Sijorni bersih dari kutipan.

Pada saat libur Tahun Baru 1 Desember 2020 Aek Sijorni cukup dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Sumatera Utara maupun luar Sumatera Utara seperti dari Pulau Jawa maupun lainnya yang disinyalir bernasib sama kena kutipan juga.(bs/antara)