Persib Terancam Terusir dari Bandung, Ini Penyebabnya

(foto : Istimewa)

WARTAMANDAILING.COM, Jakarta – Persib Bandungberpotensi terusir dari Kota Kembang setelah dua stadion yang biasa digunakan, terancam tak bisa digunakan.

Dua stasion itu yakni Stadion Gelora Bandung Lautan Api ( GBLA) dan Stadion Si Jalak Harupat (SJH). Stadion GBLA tak jelas nasibnya menyusul masalah kerusakan sejumlah bagian bangunan. 

Sedangkan Stadion SJH kemungkinan akan direnovasi karena jadi kandidat venue perhelatanPiala Dunia U-20.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat Teddy Tjahyono masih menggantungkan harapan bisa mengunakan Stadion GBLA.

Akan tetapi, kecil kemungkinan bagi tim yang berjulukMaung Bandung untuk bisa berkandang di Stadion GBLA.

Polemik
Pasalnya, pengelolaan stadion berkapasitas 36.000 kursi itu masih menjadi polemik antara Pemerintah Kota Bandung dengan PT Adhi Karya selaku kontraktor.

“Kalau kami tentu ingin pakai Stadion GBLA sebagai kandang kami musim depan. Ya kita lihat saja nanti,” ujar Teddy di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Selasa (7/1/2020).

Read More

Teddy juga belum bisa mengambil sikap jika Stadion SJH ditunjuk sebagai venue Piala Dunia U-20.

“Ya, kita lihat saja nanti seperti apa. Sampai sekarang kan kami juga belum tahu kapan Stadion Si Jalak Harupat itu akan direnovasi,” kata Teddy.

Penjelasan Wali Kota Bandung

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial enggan menjelaskan secara rinci persoalan apa hingga Stadion GBLA belum bisa digunakan Persib sebagai homebase.

“Nanti lah, saya enggak bisa bilang,” ujar Oded di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (9/1/2020).

Oded Muhammad Danial

Oded berkata, pihaknya masih berupaya memperjuangkan agar GBLA bisa segera digunakan.

Ia mengaku sudah bertemu dengan PT Adhi Karya serta manajemen Persib soal masalah tersebut.

“Insha Allah saya sedang memperjuangkan saya kemarin sudah ketemu beberapa pihak terkait dengan Adhi Karya sudah ketemu dengan teman teman PT PBB sudah ketemu . Belum bisa menyebutkan karena ada hal-hal yang perlu diselesaikan,” jelasnya.(wm/kompas.com)