Ketua DPRD Madina Borong Gula Kapas, Minta Pedagang Bagi-bagi Gratis untuk Anak-anak

Ketua DPRD Madina borong gula kapas pedagang keliling untuk dibagikan ke anak-anak secara gratis, fhoto : Wartamandailing.
Ketua DPRD Madina borong gula kapas pedagang keliling untuk dibagikan ke anak-anak secara gratis, fhoto : Wartamandailing.

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal — Jelang siang itu terasa biasa saja. Matahari menggantung tinggi, dan aktivitas warga berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Namun, suasana di sekitar Kantor DPRD Mandailing Natal mendadak berubah hangat oleh sebuah peristiwa sederhana yang menyentuh.

Awalnya, Ketua DPRD Mandailing Natal, Erwin Efendi Lubis, melihat seorang pedagang gula kapas berjalan kaki melintas di depan kantor DPRD Madina, menuju arah RSUD Panyabungan. Langkah pedagang itu tampak tenang, sambil membawa jajanan manis berwarna merah muda yang biasa digemari anak-anak.

Melihat itu, Erwin Efendi Lubis pun memanggil pedagang tersebut. Ia menanyakan berapa banyak dagangan yang sudah terjual dan berapa yang masih tersisa.

Tak lama kemudian, sebuah keputusan sederhana namun penuh makna pun diambil.

“Ini saya borong semua. Pulanglah, dan bagikan makanan ini gratis kepada setiap anak yang bapak temui,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Ketua DPRD Madina saat memanggil dan memborong gula kapas pedagang keliling.

Perkataan itu sontak mengubah arah hari sang pedagang—dan juga kebahagiaan banyak anak. Gula kapas yang awalnya diperjualbelikan, kini berubah menjadi hadiah cuma-cuma bagi anak-anak yang dijumpai di sepanjang perjalanan.

Bacaan Lainnya

Seketika, wajah-wajah polos itu berbinar. Anak-anak yang semula hanya memandang dari kejauhan, kini mendekat dengan rasa penasaran, lalu pulang dengan senyum lebar. Tangan-tangan kecil menggenggam gula kapas, seolah menggenggam kebahagiaan sederhana yang datang tanpa diduga.

Bagi sebagian orang, gula kapas mungkin hanyalah jajanan ringan. Namun bagi anak-anak, ia menjadi simbol perhatian—manis, ringan, dan penuh arti. Tawa mereka pecah, mengisi ruang-ruang jalan yang sebelumnya terasa biasa saja.

Sang pedagang pun turut tersenyum. Bukan hanya karena dagangannya habis diborong, tetapi karena ia menjadi bagian dari momen berbagi yang jarang terjadi.

Aksi tersebut mungkin tampak sederhana, namun menyimpan pesan yang dalam. Di tengah kesibukan dan rutinitas, masih ada ruang untuk berbagi dan menghadirkan kebahagiaan, terutama bagi mereka yang sering kali luput dari perhatian.

Gula kapas, jajanan ringan anak-anak.

Di sepanjang jalan itu, gula kapas tak lagi sekadar jajanan. Ia menjelma menjadi jembatan kecil antara kepedulian dan kebahagiaan—mengingatkan bahwa kebaikan, sekecil apa pun, selalu punya cara untuk sampai ke hati. (Has).

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait