WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Berbagai kegiatan digelar dalam rangka memeriahkan Hari Lahir (Harlah) ke-99 Pondok Pesantren Subulussalam Sayurmaincat, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Selasa (05/05/2026).
Salah satu kegiatan yang dipusatkan di lapangan pesantren tersebut adalah dzikir dan doa bersama. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus yayasan H. Endar Lubis, pimpinan pondok pesantren, para guru, serta ratusan santri dari berbagai tingkatan.
Muhammad Risky selaku panitia pelaksana menyampaikan bahwa dzikir dan doa bersama ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas usia Pondok Pesantren Subulussalam yang telah mencapai 99 tahun, sejak berdiri pada 05 Mei 1927 hingga 05 Mei 2026.
“Alhamdulillah, di usia yang hampir satu abad ini, Pondok Pesantren Subulussalam masih tetap eksis dalam mencerdaskan anak bangsa di tengah banyaknya bermunculan lembaga pendidikan keagamaan baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan dzikir dan doa bersama merupakan bagian dari rangkaian Harlah ke-99. Selain itu, panitia juga menggelar berbagai perlombaan, seperti futsal tingkat SD yang diikuti peserta dari empat kecamatan, yakni Kotanopan, Muara Sipongi, Ulu Pungkut, dan Pakantan.
“Selanjutnya akan digelar lomba azan dan pidato tingkat SD dengan peserta dari empat kecamatan tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan ini berlangsung pada 05 hingga 11 Juli 2026,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Subulussalam, H. Esmin Pulungan, mengatakan bahwa pada 05 Mei 2026, pesantren tersebut genap berusia 99 tahun. Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun depan, pondok pesantren ini akan memasuki usia satu abad.
Esmin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang hingga kini masih mempercayakan Pondok Pesantren Subulussalam sebagai tempat pendidikan bagi generasi muda. Saat ini, jumlah santri di pesantren tersebut mencapai sekitar 650 orang.
“Di usia ke-99 tahun ini, Pondok Pesantren Subulussalam tetap eksis memberikan pendidikan kepada masyarakat. Tentu, dalam perjalanan panjangnya, ponpes ini membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat agar proses pendidikan dapat terus berjalan dengan baik,” tuturnya. (Munir Lubis)
