WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Seorang lansia bernama Hj Halimah (73), pedagang sayur asal Kelurahan Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, mengaku menjadi korban penculikan, penganiayaan, dan perampasan oleh orang tak dikenal, Kamis (14/5/2026).
Hj Halimah menceritakan, awalnya dirinya didatangi seorang perempuan di Pasar Lama Panyabungan yang mengaku membawa oleh-oleh untuknya di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan.
“Perempuan itu datang menghampiri saya dan bilang ada oleh-oleh di mobil,” ujar Halimah saat dijumpai di kediamannya, Jumat (15/5/2026).
Tidak lama kemudian, tangan korban dipegang salah satu terduga pelaku dan dipapah menuju sebuah mobil hitam jenis Avanza. Saat itu, korban mengaku belum menaruh rasa curiga terhadap perempuan tersebut.
Namun setelah masuk ke dalam mobil dan berjalan, Halimah mulai merasa ada yang tidak beres. Saat dirinya mencoba meronta, para pelaku langsung menutupi tubuh korban menggunakan selimut tebal.
“Kalau ibu tidak diam, kami habisi,” ujar salah satu pelaku seperti ditirukan Halimah.
Korban menuturkan, di dalam mobil tersebut terdapat lima orang terduga pelaku, terdiri dari dua perempuan dan tiga laki-laki.
Di dalam mobil, dirinya dipiting oleh sejumlah pelaku. Seorang perempuan bertubuh agak gemuk disebut menindih kedua paha dan kaki korban. Sementara pelaku lain memegang kepala serta leher korban, bahkan ada yang memukulnya.
Dalam kondisi panik dan ketakutan, Halimah mengaku tidak mampu melawan. Selain mengalami dugaan penganiayaan, sejumlah perhiasan emas yang dikenakannya juga disebut telah dirampas paksa oleh pelaku.
Korban menyebut, total emas yang dirampas oleh para terduga pelaku diperkirakan mencapai 30 gram.
Lebih lanjut, Halimah menceritakan setelah beberapa jam dirinya dibawa berkeliling di dalam mobil, sekitar pukul 13.00 WIB dirinya diturunkan di tempat sepi di daerah Desa Simirik, Kecamatan PSP Batunadua.
“Saya ditendang keluar dari mobil di daerah yang sepi penduduk itu. Saya jatuh dan terduduk kesakitan di area perkebunan desa itu,” ujarnya.
Ditinggalkan sendirian di wilayah yang tidak dikenalnya, Halimah mencoba merangkak mencari pertolongan. Dari kejauhan, ia melihat sebuah rumah warga dan mencoba memanggil dengan sisa tenaga yang dimilikinya.
Warga yang mendengar teriakan meminta tolong tersebut kemudian mendatangi korban dan membawanya ke rumah kepala lingkungan setempat.
Setelah mengetahui identitas korban dan asal daerahnya, warga kemudian mencoba menghubungi pihak keluarga di Panyabungan.
Mendapat kabar tersebut, pihak keluarga langsung berangkat menuju Desa Simirik, wilayah Padang Sidempuan, untuk menjemput korban.
Menurut keterangan sopir yang turut menjemput korban dari wilayah Padang Sidempuan, korban terus menangis histeris dan mengaku menjadi korban penculikan.
“Korban mengaku telah menjadi korban penculikan,” ujar sopir yang menjemput korban.
Korban akhirnya dibawa pulang dalam keadaan syok dan kebingungan setelah perhiasannya diambil dan ditinggalkan pelaku di kawasan perbatasan desa.
Saat ditanya apakah kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwajib, anak korban mengaku hingga kini pihak keluarga belum membuat laporan resmi.
“Belum bang, kami belum buat laporan,” ujar anak korban.
Informasi mengenai dugaan penculikan, penganiayaan, dan perampasan tersebut kini menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Warga juga diimbau agar lebih berhati-hati saat bepergian, terutama ketika membawa barang berharga dan saat berada di lokasi keramaian. (Has).
