Peta seismisitas Sumbagut. (istimewa)

WARTAMANDAILING.COM, Medan – Sepanjang rentang waktu tahun 2019, ratusan gempabumi telah terjadi di kawasan daratan dan perairan wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri mencatat, gempa bumi bumi yang terjadi itu ada sebanyak 528 kejadian.

“Pada tahun 2019, data gempabumi lokal yang berhasil tercatat dan dianalisa yaitu sebanyak 528 kejadian,” ungkap Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Edison Kurniawan kepada wartawan, Sabtu (4/1/2020).

Edison memaparkan, pada bulan Januari gempabumi yang terjadi mencapai 43 kali. Kemudian Februari 26 kali, Maret 40 kali, April 34 kali, Mei 44 kali, Juni 50 kali. Selanjutnya, Juli 31 kali, Agustus 33 kali, September 42, Oktober 56 kali, November 73 kali, dan Desember 56 kali.

“Jumlah kejadian gempabumi berdasarkan Magnitudonya berada dalam perhitungan M=4.0, 4.0<=M<5.0, dan M>=5.0,” jelasnya.

Sementara itu, sambung dia, beberapa penyebab gempabumi dirasakan, subduksi ada 25 kejadian, sesar batee 2 kejadian, sesar lokal 7 kejadian, sesar tripa 1 kejadian, sesar toru 4 kejadian, sesar renun 1 kejadian.

Sedangkan pada kejadian gempabumi berdasarkan kedalaman, tambah Edison, untuk gempabumi dangkal ada sebanyak 424 kali, dan menengah sebanyak 104 kali.

“Untuk gempabumi berdasarkan lokasi, di laut ada 215 kali, dan di darat 291 kali,” pungkasnya.(bs/MBD)