Pertashop (foto: Dokumentasi Pertamina)

WARTAMANDAILING.COM, Jakarta – Kurang modal untuk membangun Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina, namun tertarik berwirausaha menjual Bahan Bakar Minyak (BBM)?. Membuka Pertashop adalah alternatif dan suatu peluang bagi pebisnis seperti anda.

Pertashop merupakan outlet penjualan berskala tertentu yang dipersiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM nonsubsidi, LPG nonsubsidi, dan produk ritel Pertamina lainnya dengan mengutamakan lokasi pelayanannya di desa atau di kota yang membutuhkan pelayanan produk ritel perusahaan minyak dan gas pelat merah itu.

Berdasarkan laman resmi perusahaan, sebagaimana melansir Kompas.com, Selasa (23/11/2021), Pertamina membeberkan beberapa keuntungan jika tertarik membuka Pertashop. Mulai dari kerja sama yang menguntungkan, modal usaha yang kecil, jaminan ketersediaan, takaran dan kualitas BBM.

Lahan yang diperlukan juga tidak terlalu luas, perizinan usaha yang sederhana dan ketersediaan Bright Gas dan Pelumas Pertamina. Jika berminat, maka Pertamina akan memberi dukungan sebagai berikut:

  • Perangkat Pertashop (totem, tangki, dispenser berikut instalasinya) 
  • Pelatihan petugas operator Pertashop (untuk 1 minggu pertama dilakukan pendampingan)
  • Calon operator diberikan pelatihan magang di SPBU Pertamina terdekat
  • Pelatihan operator melalui online (mengoperasikan SPBU dan penggunan alat pemadam)
  • SOP untuk mengoperasikan Pertashop
  • Pembinaan tim Pertamina secara periodik.

Skema permodalan

Terkait permodalan, Pertamina menawarkan tiga jenis skema dan spesifikasinya. Berikut penjelasannya:

1. Skema Gold yang membutuhkan modal Rp 250 juta yang mencakup biaya Pertashop dan pengiriman.

Rinciannya:

  • Modal pembelian produk (Pertamax): Rp20 jt (Rp8.150 x2.000- liter/hari + biaya lain-lain)
  • Keuntungan/liter: 850/liter (untuk sales 1-1.000 liter/hari)
  • Estimasi pendapatan/hari: minimal 400 liter/hari
  • Estimasi pengembalian modal maksimal 5 Tahun (tergantung pendapatan penjualan).

2. Skema Platinum membutuhkan modal Rp 400 juta yang mencakup biaya Pertashop dan instalasinya.

Rinciannya:

  • Modal pembelian produk (Pertamax): Rp70 jt (Rp8.400 x 8.000 liter/hari + biaya lain-lain)
  • Keuntungan/liter: 600/liter (untuk sales min 1.001- 3.000 liter/hari)
  • Estimasi pendapatan/hari: minimal 1.000 liter/hari
  • Estimasi pengembalian modal maksimal 4 tahun (tergantung pendapatan penjualan)
  • Dimungkinkan menjual LPG Bright Gas dan Pelumas Pertamina.

3. Skema Diamond, modal yang diperlukan untuk skema ini Rp 500 juta yang meliputi biaya Pertashop dan instalasinya.

Rinciannya:

  • Modal pembelian produk (Pertamax): Rp70 jt (Rp8.565 x 8.000 liter/hari + biaya lain-lain)
  • Keuntungan/liter: 435/liter (untuk sales > 3.000 liter/hari)
  • Estimasi pendapatan/hari: minimal 3.000 liter/hari
  • Estimasi pengembalian modal maksimal 3 Tahun (tergantung pendapatan penjualan)
  • Dimungkinkan menjual LPG Bright Gas dan Pelumas Pertamina.

Persyaratan untuk jadi mitra

Selanjutnya, persyaratan yang harus Anda penuhi jika ingin menjadi mitra Pertamina, yaitu sebagai berikut:

  1. WNI yang memiliki izin usaha (UD, Koperasi, CV, PT atau badan usaha lainnya)
  2. Memiliki kelengkapan administrasi yang masih berlaku (KTP, NPWP, akta pendirian perusahaan)
  3. Memiliki atau menguasai lahan yang akan didirikan Pertashop
  4. Mendapatkan rekomendasi dari kepala desa
  5. Modal sesuai dengan tipe Pertashop yang diajukan.

Selain dengan modal sendiri, membuka Pertashop juga bisa menggunakan pendanaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kriteria lahan

Kemudian, kriteria lahan yang harus dipenuhi untuk membuka Pertashop adalah sebagai berikut:

  • Lokasi harus bisa dilalui jalan mobil tangki dengan bobot 8 ton (kontruksi jalan dan jembatan desa menjadi pertimbangan)
  • Untuk Pertashop tipe Gold diperlukan lahan seluas 210 meter persegi, tipe Platinum 300 meter persegi dan tipe Diamond 500 meter persegi
  • Diprioritaskan lokasi yang tidak berdekatan dengan SPBU, lokasi harus strategis dan ketersediaan jaringan listrik yang stabil.

Jika Anda sudah menyanggupi persyaratan di atas, langkah selanjutnya yang diperlukan adalah melakukan registrasi. Calon mitra melakukan registrasi dengan melengkapi data dan dokumen yang dipersyaratkan.

Langkah selanjutnya, verifikasi kesesuaian dokumen persyaratan. Lalu, melengkapi dokumen perizinan dan proses pembangunan.

Kemudian yang terakhir, persiapan dokumen kontrak dan izin operasional Pertashop.

Adapun total estimasi waktu yang diperlukan bagi Anda yang tertarik membuka Pertashop untuk proses pengajuan, yakni 18 hari.

Informasi status pengajuan bisa dilihat di laman, https://kemitraan.pertamina.com atau Pertamina Call Center di nomor 135.

sumber: Kompas.com