Sentra insyaf Medan “Kemensos respon Anak Penderita Hidrosefalus asal Madina

  • Bagikan
Lerry Harsen Simatupang Dampingi Riski bocah penderita hidrrosefalus asal Madina berobat di rumah sakit adam malik medan, (fhoto-istimewa)

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Kementerian sosial melalui balai sentra insyaf Medan menjangkau Riski, anak yang menderita penyakit Hidrosefalus asal Desa Pastap Julu, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kisah Riski menarik perhatian setelah media Warta Mandailing mengunggah kondisi bocah perempuan itu di media sosial.

Mengetahui hal ini, menteri sosial melalui direktur jenderal rehabilitasi sosial yang diteruskan ke sentra balai insyaf Medan untuk melakukan respon kasus, Rabu 7/9/2022. Atas informasi tersebut.

Kepala Riski Juniarti membesar hampir menyamai tubuh mungilnya, bola matanya tampak putih, badan demam dan sesekali mengeluarkan suara merespon rangsangan dari sekelilingnya, kondisi anak pertama ibu Risnauli ini terlihat jauh dari kondisi balita pada umumnya.

Penyakit Hidrosefalus diderita Riski Juniarti sejak umur tiga bulan, dokter menyarankan agar segera diberi tindakan medis, namun karena terkendala masalah biaya Riski dibawa pulang dan dirawat di rumah.

“Sebenarnya dokter sudah sarankan agar diobatin di rumah sakit, meskipun Riski ada BPJS, tapi saya tidak punya biaya, jadi Riski saya bawa pulang kala itu, “ujar ibu kandungnya.

Diceritakan, Risnauli dengan suaminya sudah lama berpisah, ia bersama bocah perempuannya tinggal di Desa Pastap Julu, kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, penghasilan sebagai guru honorer tidak mencukupi untuk membiayai pengobatan anak semata wayangnya.

Keluarga Riski Juniarti juga tidak pernah menerima bantuan seperti program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT) tapi kalau bantuan langsung tunai (BLT) dana desa kami dapat, “terangnya.

Sementara, ketua Tim asesmen respon kasus Lerry Harsen Simatupang menjelaskan, Hasil asesmen pekerja sosial sentra balai insyaf Medan dan kordinasi yang melibatkan pelopor perdamaian Madina, pendamping disabilitas Madina, Camat Tambangan, kepala Desa Pastap Julu, dan hari itu juga segera dilakukan penanganan dengan membawa Riski ke Rumah sakit.

“Kami sudah berkoordinasi dengan porkofimda kecamatan supaya Riski segera di rujuk ke rumah sakit Adam Malik Medan, “ujar Lerry kepada awak media minggu 11/9/2022.

Ia juga menjelaskan, Saat ini, Riski sudah berada di rumah sakit Adam Malik Medan untuk mendapatkan perawatan, Riski sudah menjalani pemeriksaan oleh dokter rumah sakit Adam Malik.

“Kemungkinan Riski akan segera dioperasi disini, kita sama sama berdoa semoga pengobatan Riski dapat berjalan lancar, “tutup Larry Harsen Simatupang.

(Syahren)

  • Bagikan