Beking Tambang Ilegal di Madina, Oknum TNI dan Polri Diduga Jadi “Payung” Mafia PETI

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang menggunakan alat berat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, diduga kuat mendapatkan perlindungan dari oknum aparat, baik TNI maupun Polri.

Ketua Ikatan Pemuda Mandailing (IPM), Tan Gozali Nasution, menegaskan bahwa aktivitas tambang ilegal ini tidak hanya merusak ekosistem sungai dan hutan secara masif, tetapi juga melibatkan keterlibatan terang-terangan oknum negara yang menyediakan jasa keamanan sebagai “payung” bagi para pemilik alat berat.

“Mirisnya, aparat negara khususnya TNI dan Polri terlibat secara terang-terangan dalam menyediakan jasa keamanan bagi para pemilik alat berat,” ujar Tan, Jumat (1/ 5/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, di wilayah Kecamatan Lingga Bayu dan Siabu, beberapa oknum polisi pernah terindikasi terlibat dalam pembekingan alat berat saat operasi penertiban. Dua oknum berinisial AL dan AS bahkan pernah dikenai sanksi, namun hanya berupa pemindahan tugas.

“Saat ini santer terdengar nama inisial MD atau Mnk dari jajaran Polres yang diduga kuat menjadi backing para mafia PETI di Batang Natal dan Linggabayu. Ini harus diusut tuntas oleh Mabes Polri,” tegasnya.

Sementara itu, keterlibatan oknum TNI juga mencuat. Tan menyebut nama A Lubis atau Ze Lubis, seorang perwira intel Kodam I Bukit Barisan, yang dituding terlibat dan bahkan diduga pernah mengancam wartawan yang berusaha meliput lokasi tambang.

Selain itu, nama berinisial BP atau yang dikenal dengan panggilan Bagas juga disebut sangat berpengaruh di wilayah Kotanopan dalam membekingi ekskavator ilegal.

Bacaan Lainnya

“DenPOM harus turun tangan memeriksa ini, jangan hanya menunggu laporan warga. Malu kita, aparat yang seharusnya melindungi justru bertindak seperti penjajah rakyat,” pungkas Tan dengan nada kecewa. (Tim)

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait