Lelaki Paruh Baya Nyaris Meregang Nyawa, Duel Dengan Tiga Pemuda di Depan Istrinya

  • Bagikan
Ilustrasi

WARTAMANDAILING.COM, Palembang – Suharto (47) warga Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, Sumsel, nyaris meregang nyawa setelah ditusuk tiga pemuda di depan istrinya.

Kejadian itu bermula Minggu (29/12) sekira pukul 18.00 WIB, ketika korban hendak pulang dari wilayah Ulu Rawas dan melintasi jalan poros Desa Pulau Lebar, Kecamatan Rawas Ulu, tepatnya depan kandang ayam. Kendaraan korban dicegat oleh tiga orang pemuda secara tiba tiba.

Suharto keluar dari kendaraan lalu menghampiri ketiga pemuda tersebut yang sudah membekali diri dengan sajam. Selanjutnya, pelaku dan korban terlibat cekcok mulut lalu dilanjutkan dengan adu jotos.

Dua pelaku yang menyerang Suharto dengan parang dan saham berhasil dilumpuhkan, namun salah seorang lagi memegang istrinya dan mengancam agar korban tidak melawan.

“Yang mengeroyok saya itu ada tiga, dua berhadapan satu orang menusuk saya pakai sajam. Saya tidak bisa melawan karena ada istri saya juga yang diancam,” kata korban saat di rawat di RSUD Rupit.

Suharto saat menjalani perawatan di rumah sakit. Foto : Zulkarnaian/Sumeks.co

Menurut pengakuan istri korban, Puspita. Setelah suharto terluka ke tiga pelaku langsung meninggalkan korban begitu saja. Dia dan suaminya mengaku tidak mengenali secara pasti identitas pelaku.

“Ngomongnya tersinggung, tetapi tidak tahu soal apa, soalnya tidak kenal,” bebernya.

Selanjutnya, korban dan istrinya di bawa warga setempat ke Puskesmas dan melaporkan kejadian itu ke polsek Rawas Ulu.

Kapolsek Rawas Ulu Iptu Ujang AR membenarkan, telah menerima laporan dari istri korban.

Dengan nomor laporan LP/B49/XII/2019/SumseI/Muratara/Sek.Rws.Ulu tanggal 29 Desember 2019.

“Kasusnya masih diselidiki, kita belum tahu motif pelaku, bisa jadi karena dendam pribadi atau lainnya,” timpalnya.

Pihak kepolisian saat ini sudah mengenali identitas pelaku dan tengah melakukan pengejaran.

“Doakan saja kita masih proses, pelaku sudah diketahui, sambung Ujang.

Informasi di himpun dari warga sekitar kejadian, insiden itu terjadi di lokasi sepi dari permukiman warga.

Ketiga pelaku merupakan warga desa pulau lebar, dan motif pelaku tersinggung dengan kendaraan korban sering melaju kencang saat melintasi desa tersebut.(bs/jpnn)

  • Bagikan