Sudah Sebulan Langka, Harga Elpiji 3 Kg di Batahan Capai Rp60 Ribu

Tabung gas elpiji 3 kg dalam keadaan kosong, fhoto : Istimewa.
Tabung gas elpiji 3 kg dalam keadaan kosong, fhoto : Istimewa.

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mulai membuat warga menjerit. Sudah sekitar satu bulan terakhir, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan gas subsidi tersebut. Kalaupun tersedia, harganya melambung tinggi hingga mencapai Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu per tabung di tingkat pengecer.

Kondisi ini membuat banyak warga harus putar otak untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari. Sebagian terpaksa membeli dengan harga mahal demi tetap bisa memasak, sementara lainnya memilih mengurangi penggunaan gas atau kembali menggunakan kayu bakar.

“Biasanya tidak semahal ini. Sekarang mau cari saja susah, kalau ada harganya bisa sampai Rp 60 ribu,” ujar Ustadz Sobirin, Minggu (17/5/2026).

Kelangkaan elpiji 3 kg tersebut dirasakan hampir di sejumlah desa. Warga mengaku harus berkeliling dari satu pengecer ke pengecer lain hanya untuk mendapatkan satu tabung gas. Tidak sedikit yang pulang dengan tangan kosong karena stok disebut sudah habis terlebih dahulu.

Selain itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, akibat kelangkaan gas 3 kg tersebut, sebagian warga, salah satunya di Desa Batahan II, kini telah kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak kebutuhan sehari-hari. Kondisi itu dilakukan karena warga tidak lagi mampu membeli gas dengan harga tinggi, sementara pasokan juga sulit ditemukan.

Bagi pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan, warung makan, dan penjual kopi, kondisi ini menjadi pukulan berat. Pengeluaran mereka meningkat drastis akibat mahalnya harga gas, sementara pendapatan tidak mengalami kenaikan.

“Kalau terus begini kami bisa rugi. Mau naikkan harga jual, kasihan pembeli. Tapi kalau beli gas mahal terus, kami juga susah,” kata seorang pedagang kecil.

Bacaan Lainnya

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut. Mereka meminta distribusi elpiji subsidi diawasi lebih ketat agar tidak terjadi kelangkaan berkepanjangan maupun lonjakan harga di tingkat pengecer.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar dilakukan pengecekan terhadap jalur distribusi elpiji 3 kg di wilayah Batahan. Sebab, warga menduga ada permainan harga atau distribusi yang tidak tepat sasaran sehingga gas subsidi sulit diperoleh masyarakat kecil.

Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, kelangkaan gas elpiji 3 kg dinilai semakin menambah beban warga. Masyarakat kini hanya berharap pasokan segera kembali normal dan harga bisa turun seperti biasanya. (Has).

Contoh Gambar di HTML