(Foto: Ilustrasi)

WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Akibat kelalaian omongan, Kepala Desa Tandihat Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan, Panjang Sph yang baru-baru ini muncul terkait pemberitaan yang menyerang pribadi Rahmat Nasution dan Yusuf Siregar yang mengatakan ‘Pemain Pecundang’ mengakui kesalahannya dan akhirnya minta maaf karena khilaf.

Seperti yang diketahui, keduanya merupakan politisi yang bisa dikatakan politisi senior. Seperti Rahmat Nasution dengan jabatan sekarang ini sebagai Wakil Ketua DPRD Tapanuli Selatan tahun 2019 – 2024 dari Golkar dan Yusuf Siregar sebagai politisi dari partai Nasdem.

Seperti yang disampaikan, Ketua DPD Lira Tabagsel, Mara Halim Harahap kepada wartamandailing.com saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan permintaan maaf yang dilakukan kepala desa Tandihat menurutnya adalah merupakan suatu sikap yang baik.

Kepala Desa Tandihat, Panjang Sph ketika dikonfirmasi Ketua DPD Lira Tabagsel Mara Halim Harahap di kediamannya di Desa Tandihat seputar komentarnya di media Warta Mandailing (foto: istimewa)

“Semoga dengan peristiwa ini bisa menjadi suatu pelajaran yang baru bagi Panjang Sph selaku Kepala Desa agar kedepannya segala sesuatu yang tidak penting tidak perlu diumbar umbar apalagi menyangkut pribadi orang, ” ucapnya. Sabtu (9/5/2020).

Diceritakannya, pihak keluarga dari Rahmat Nasution sudah mendatangi kediaman Panjang Sph di Desa Tandihat dan menanyakan apakah ada kesalahan Rahmat Nasution, bila ada, Rahmat Nasution segera meminta maaf dihadapan Panjang Sph. Namun sebaliknya bila Rahmat Nasution tidak merasa bersalah sebaiknya Panjang Sph segera meminta maaf agar tidak memperpanjang masalah.

Menanggapi hal tersebut, Panjang Sph didampingi Ketua Apdesi Kabupaten Tapanuli Selatan beserta rombongan pada Sabtu malam mendatangi keluarga Rahmat Nasution di Padangsidimpuan untuk memberi permintaan maaf dan penjelasan klarifikasi yang sebenarnya.

“Permintaan maaf tersebut menurut keluarga Rahmat Nasution bukan berarti masalah sudah selesai namun akan tetap menanti serta mengevaluasi kinerja kepala desa di dalam bersikap kepada siapapun sampai waktu yang tidak ditentukan,” ucap Mara Halim.

Sementara itu, Akhir Nasution selaku Adik kandung Rahmat Nasution ketika dijumpai dikediamannya juga mengatakan, bahwa keluarganya tidak merasa ada kesalahan dan menyakiti orang lain.

“Kami tidak merasa dan tidak pernah menyakiti orang lain namun jangan orang lain merendahkan kami, jadi kalau ada orang mau menjual kami akan membeli,” pungkas Akhir. (tim)