Foto: Kapal Perang AS Dituduh Melintas Kawasan China Tanpa Izin (CNBC Indonesia TV)

WARTAMANDAILING.COM, Jakarta – Tiga kapal angkatan laut Amerika Serikat (AS) berpatroli di dekat ladang operasi minyak dan gas di lepas pantai Malaysia dalam beberapa hari terakhir.

Dikutip dari Wall Street Journal, ini merupakan bentuk dukungan AS terhadap Malaysia, yang kegiatan eksplorasi lepas pantainya di Laut China Selatan disebut ‘diganggu’ China.

Media itu menulis, AS mengirim kapal tempur USS Gabrielle Giffords untuk berpatroli di sekitar kapal bor West Capella, Selasa (12/5/2020) lalu. Kapal bor itu dikontrak Petronas dari perusahaan pengeboran lepas pantai Seadrill.

Operasi ini dilakukan AS setelah West Capella meninggalkan kawasan karena tekanan dari China. Kapal itu melakukan eksplorasi di dekat daerah yang diklaim tiga negara, Malaysia, Vietnam serta China.

“Angkatan Laut AS menyebut ini sebagai ‘operasi kehadiran’,” tulis WSJ, Rabu (13/5/2020). Pada minggu lalu, dua kapal angkatan laut AS lainnya juga berpatroli di sana. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya kapal perang AS mulai masuk di akhir April ke Laut China Selatan. Khusus wilayah eksplorasi Petronas, AS masuk berbarengan dengan pemberitaan insiden antara kapal China Haiyang Dizhi 8 dan West Capella.

Saat itu West Capella diberitakan dibuntuti oleh Haiyang Dizhi 8. Kapal perang itu, menurut Reuters, dikawal oleh penjaga pantai dan kapal-kapal Milisi Maritim China.

Sementara itu, Direktur Komunikasi Seadrill Iain Cracknell, telah mengkonfirmasi bahwa West Capella meninggalkan daerah itu setelah menyelesaikan pekerjaan yang direncanakan. Namun, kapal Haiyang Dizhi 8, masih berada di daerah itu.