Petarung UFC, Francis Ngannou

WARTAMANDAILING.COM, Jakarta – Petarung UFC, Francis Ngannou sedang menjadi sorotan usai penampilan beringasnya di UFC 249 di Jacksonville, Florida, Amerika Serikat, Sabtu 9 Mei 2020.

Bagaimana tidak, Ngannou hanya butuh waktu 20 detik untuk mengalahkan Jairzinho Rozenstruik dalam duel perebutan sabuk kelas berat.

Sebuah hook kirinya langsung mengenai lawan dengan telak dan tidak mampu lagi berdiri. Selain itu, Ngannou berhasil menambah panjang rekor kemenangan KO-nya di ronde pertama menjadi empat kali.

Sejatinya, kekuatan Ngannou ini sudah menjadi sorotan pecinta UFC sejak 2017 lalu. UFC Performance Institute melaporkan bahwa pukulan Ngannou adalah yang terkuat dari seluruh petarung UFC dengan catatan 129.161.

Selain itu, dengan pukulannya yang sangat kuat dan mematikan itu, Ngannou dijuluki oleh komentator UFC, Joe Rogan, sebagai titisan dari legenda tinju dunia, Mike Tyson.

Ngannou merupakan suatu potret petarung sejati yang tak kenal menyerah. Jauh sebelum terkenal sebagai petarung mengerikan UFC, petarung asal Kamerun itu mengalami kesulitan di masa mudanya.

Petarung berjuluk The Predator itu bahkan harus putus sekolah karena tak memiliki biaya. Dan, untuk menghidupi keluarganya, Ngannou harus menjadi tukang ojek.

“Umur saya saat itu 22 tahun. Saya berhenti sekolah saat usia 17 tahun. Saya dulu menjadi taksi motor di Afrika. Tapi, saya berpikir tak bisa seperti ini selamanya. Saya harus mewujudkan mimpi saya,” kata Ngannou dalam podcast Hotboxin bersama Mike Tyson, seperti dilansir dari Viva.co.id, Sabtu (16/5/2020).

Tapi, fasilitas untuk Ngannou mengejar cita-citanya sebagai petinju juga sangat terbatas. Hingga akhirnya, dia memutuskan menjual motornya untuk merantau ke Prancis. 

Namun, derita tak berhenti di situ. Selama beberapa tahun, Ngannou hidup tak jelas di Prancis. Sampai suatu saat ia mendatangi tempat gym dan meminta untuk berlatih secara gratis.

“Saya berkata apa adanya. Saya ingin berlatih tapi tidak punya uang. Mereka memberikan kesempatan pada saya. Saya sangat senang. Saya merasa ini adalah awal dari segalanya,” ucapnya.

Perlahan, Ngannou mendapati mimpinya. Tapi, bukan sebagai petinju melainkan petarung MMA. Kini, Ngannou juga bisa berlatih dengan idolanya, Mike Tyson.

Sumber: viva.co.id