“Kepanikan adalah separuh penyakit , ketenagan adalah separuh obat dan kesabaran adalah langka awal kesembuhan”

WARTAMANDAILING.COM – Semenjak organisasi kesehatan dunia (WHO) mengumumkan bahaya COVID-19, kita harus memberikan informasi-informasi baik dan benar terhadap publik, agar tidak menambah kecemasan dan ketakutan masyarakat yang berlebihan di tengah wabah corona (Pendemi Global COVID-19) ini.

Di sisi lain, kenapa mesti saya memberikan gambaran, ataupun penegasan terkait pandangan ataupun informasi yang baik dan benar terkait COVID -19, karena salah satunya menjadi tangung jawab kami sebagai mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, untuk memberikan edukasi yang bersifat motivasi bagi masyarakat

Wabah virus COVID -19 (Coronavirus Diosase ) adalah salah satu virus yang cukup menakutkan, karena dapat mengendap dan menular pada sel hidup yaitu (manusia) jika saling menyetuh antara satu dengan yang lain, yang memang sudah terindikasi positif corona

Namun kita sebagi manusia, dari sisi presepkit biologi, bahwa kita mempunyai tanggung jawab sebagai bio control, baik untuk diri kita maupun orang-orang sekitar, menghadapi coronavirus ini, semua kita cukup panik dan takut. Namun hal itu akan membawa dampak psikologis bagi jiwa kita, diantaranya turunnya daya imun tubuh sehingga berdampak akan mudah bagi virus mengendap kedalam tubuh kita, sebelum masuk pada langkah preventif, namun saya akan memberikan penjelasan ilmiah terkait Coronavirus Diosaese.

Selama satu abad, para ilmuwan, perawat dan dokter di seluruh dunia mengumpulkan informasi dan sama-sama berhasil memahami mekanisme dibalik epidemi dan cara melawanya.

Teori evolusi menjelaskan, mengapa dan bagaimana penyakit baru muncul dan penyakit lama lebih ganas, genetika memungkinkan para ilmuwan menelusuri instruksi manual patogen/parasit itu sendiri.

Masyarakat pada abad pertengahan tidak pernah menemukan apa yang menyebabkan Black Death. Sedangkan saat ini hanya butuh waktu dua minggu, para ilmuwan untuk mengindentifikasi virus corona baru mengurutkan genomnya dan mengembangkan tes teruji untuk mengindentifikasi, orang yang terinfeksi.

Begitu para ilmuwan menemukan apa yang menyebabkan wabah, maka akan lebih mudah untuk melawannya vaksinasi, antibiotik , peningkatan kebersihan dan infrasturuktur medis yang jauh lebih baik, telah memungkinkan manusia untuk unggul dari predator yang tidak terlihat.

Sehinhga pada tahun 1979 oragniassi kesehatan dunia (WHO) menyatakan, bahwa manusia telah menang pada epidemi wabah virus cacar.

Kita harus mengambil hal-hal yang penting dari history ini, untuk memahami dan menangani Coronavirus saat ini, sejarah menunjukan bahwa perlindungan nyata berasal dari inforamasi ilmiah yang teruji dan dari solidaritas global, ketika satu negara dilanda epidemi, kita seharusnya memberikan informasi ilmiah tentang wabah, tanpa takut pada merosotnya ekonomi, dan harus sedia untuk memberikan bantuan tanpa mengucilkan para korban.

Mungkin hal sangat penting disadari, terhadap epidemi saat ini, bahwa penyebaran epidemi di negara manapun akan membahayakan seluruh spesies manusia, karena virus itu akan berpindah atau berevolusi, seperti halnya corona terjadi wuhan berasal dari hewan (kelelawar) ketika melompat ke manusia, awalnya virus tidak beradaptasi pada inang manusia, saat bereplikasi dengan manusia, virus sesekali mengalami mutasi, kebanyakan mutasi tidak berbahaya, tetapi sekarang dan setiap bermutasi membuat virus lebih menular dan bertahan pada sistem kekebalan tubuh manusia.